Artikel Ilmiah

AKHLAK ISLAM DAN PERANANNYA DALAM PEMBINAAN MASYARAKAT (Makalah)


MAKALAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH Pendidikan Agama Islam Yang dibina oleh Bapak Moch Wahib Dariyadi, M.Pd

 Oleh :

  1. Suci Apri Liana (140413602115)
  2. Tiyas Apriliani   (140413600343)
  3. Zuli Maulidah    (140413606774)

 

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan ke hadirat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas perkenan-Nya, kami  berhasil membuat makalah Pendidka Agama Islam tentang Akhlak Islam dan Pernanaya dalam Pembinaan Masyarakat.

                Makalah ini disusun untuk upaya meningkatkan mutu pendidikan serta sebagai komponen pendukung dalam pembelajaran. Upaya peningkatan mutu pendidikan sangat berarti apabila ditunjang oleh tersedianya materi yang tepat dan bermutu.

            Saya menyadari bahwa masih ada kekurangan dari penyajian makalah ini. Oleh karena itu, kritik dan saran membangun dari para pembaca akan saya terima dengan senang hati. Terima kasih atas perhatian anda, mudah-mudahan makalah ini memberikan manfaat serta pengetahuan berharga

 

 

 

Malang, 10 Oktober 2014

 

Tim Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar.................................................................................................................... i

Daftar Isi............................................................................................................................. ii

Bab 1

Pendahuluan............................................................................................................ 1

Latar Belakang........................................................................................................ 1

Rumusan Masalah.................................................................................................... 2

Tujuan...................................................................................................................... 2

Bab 2

Pembahasan......................................................................................................................... 3

Pengertian etika, moral dan juga akhlak.............................................................................. 3

Kedudukan dan Ruang lingkup Akhlak dalam Islam......................................................... 4

Proses Pembentukan Akhlak............................................................................................... 6

Aktualisasi Akhlak dalam Kehidupan................................................................................. 7

Bab 3

Kesimpulan dan Saran......................................................................................................... 12

           

 

 

 

 


BAB 1

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Kita sangatlah sering tidak mengetahui apa sebanarnya arti kata etika, moral dan akhlak. Selain itu, kita juga sulit membedakan apa perbedaan dari kata – kata tersebut. Sebenarnya ketiga kata tersebut memiliki arti yang sangat berbeda namun berhubungan. Karena sangat penting dalam kehidupan kita maka sebenarnya kita harus mengerti secara arti dan kegunaanya.

Tidak hanya itu, kita juga harus mengenal apa itu aurat. Memang secara bahasa kita sudah mengerti arti aurat, yaitu anggota badan yang harus ditutup dan dilindungi. Namun apakah kita mengerti seberapa batasan – batasan aurat yang harus kita tutupi dan siapa saja orang yang boleh melihat atau dilarang agama. Kita dapat melihat sendiri apa yang terjadi pada para muslimah zaman sekarang yang karena pengaruh globalisasi ataupun modernisasi sudah melupakan etika – etika agama yang harusnya mereka terapkan. Sebagai seorang muslim mereka tidak malu jika mereka mengumbar aurat mereka dan merasa itu adalah bukan merupakan dosa yang sangat besar. Astagfirullah, setan sudah menguasai nafsu dan hati nurani mereka.

Kadang kita yang sebagai muslimah yang Alhamdulillah sudah dapat menutup aurat tidak menyadari bahwa ada anggota keluarga kita yang sebenarnya tidak berhak untuk melihat aurat kita, contohnya adlah sepupu laki – laki. Kita sudah menganggap mereka seperti keluarga kita sehingga kita tidak menyadari bahwa mereka adalah bukan mahram kita. Dengan adanya hal – hal tersebut maka kita perlu mengetahui ilmu – ilmu tentang sipa saja mahram kita dan yang bukan. Besarnya dosa memperlihatkan aurat juga perlu diperhatikan sebagai salah satu motivasi diri untuk menutup aurat secara benar.

Pada kenyataannya, dampak dari globalisasi dan modernisasi telah menyeret para pemuda dan juga umat islam pada jalan yang salah. Mereka terlalu berlebihan dalam pergaulan mereka tanpa tahu batas – batas agama mereka. Apalagi dampak dari budaya yang masuk kedalam negeri kita sduah benar – benar berhasil merusak moral bangsa Indonesia. Pornografi, pornoaksi pergaulan bebas dan juga narkoba sudah menjadi kebiasaan hidup pemuda Indonesia, tak terkecuali muslim dan muslimah kita.

Akhlak. Moral danetika adalah hal yang sangat penting, Diana dapat mencegah hal – hal tersebut tejadi. Moral, etika dan akhlak akan menjadi penyaring yang berguna membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

 

 

1.1  Rumusan Masalah

ü  Apakah arti etika, Moral dan juga akhlak?

ü  Apakah kedudukan dan ruang lingkup akhlak dalam islam?

ü  Bagaimana proses pembentukan akhlak?

ü  Bagaimana penerapan akhlak dalam kehidupan?

 

 

1.2  Tujuan

ü  Mengetahui arti etika, moral dan akhlak

ü  Mengetahui kedudukan dan ruang lingkup akhlak dalam islam

ü  Mengetahui bagaimana proses pembentukan akhlak pada diri sesorang

ü  Mengetahui penerapan akhlak dalam kehidupan sehari – hari

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

PEMBAHASAN

 

  1. Pengertian Etika, Moral Dan Akhlak

Etika secara bahasa berasal dari kata ethos yang mengandung arti kebiasaan, cara berfikir (Zubaidi, 2011). Sedangkan secara terminologi, dalam Encyclopedia Britanica dinyatakan sebagai filsafat moral, yaitu studi tentang  sifatdasar dari konsep baikdan buruk, benar dan salah (Nata, 2002).Sedangkan Ahmad Amin (1983) mengartikan etika sebagai ilmu yang menjelaskan apa tujuan yang harus dicapai, serta cara apa yang seharusnya dilakukan manusia dalam perbuatannya.

Sementaraitu, moral dari segi terminologis, bisa digunakan untuk menetukan batas-batas dari kehendak, pendapat atau perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik atau buruk.Moral merupakan istilah yang digunakan untuk member batasan terhadap aktivitas manusia berdasarkan nilai baik atau buruk.

Jika pengertian etika dan moral dihubungkan, dapat disimpulkan bahwa etika dan moral memiliki obyek yang sama, yaitu membahas perbuatan manusia dari aspek nilainya baika tau buruk. Namun demikian dalam beberapa hal, etika dan moral memiliki perbedaan. Etika menentukan nilai baik atau buruk perbuatan manusia dengan menggunakan standart akal pikiran atau rasio. Sedangkan standart moral adalah norma atau aturan yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Etika merupakan pemikiran dan pandangan filosofis tentang tingkah laku, sedangkan moral merupakan aturan yang menjadi pegangan seseorang atau sekelompok masyarakat dalam mengatur tingkah lakunya. Dalam khazanah Islam, ilmu yang mengkaji perbuatan manusia yang bersifat baik atau buruk disebut dengan istilah akhlak.

Dengan demikian, anggapan yang mempersamakan arti akhlak dengan etika dan moral sesungguhnya tidak tepat, sebab terdapat sejumlah perbedaan prinsip di antara ketiganya. Perbedaannya sebagai berikut :

 

 

 

 

 

 

Aspek

Akhlak

Etika dan moral

Sumber

Kebenaran wahyu (al-Qur’an dan hadis)

Kebudayaan yang dilandasi oleh hasil pemikiran manusia

Obyek

Benar dan salah, haq dan bathil, serta ma’ruf dan munkar

Baik dan buruk (tidak selalu sama dengan penafsiran menurut akhlak)

Cakupan

Berlaku umum dan universal, tidak terikat waktu dan tempat

Terikat oleh waktu dan tempat, serta adat kebiasaan yang berlaku

 

  1. Kedudukan Dan Ruang Lingkup Akhlak Dalam Islam
  2. Kedudukan Akhlak dalam Islam

 

Akhlak merupakan fondasi dasar karakter diri manusia.Hal ini sesuai fitrah manusia yang menempatkan posisi akhlak sebagai pemelihara eksistensi manusia.Akhlaklah yang membedakan karakter manusia dengan makluk lainnya.Manusia tanpa akhlak akan kehilangan derajat sebagai hamba Allah yang paling terhormat. Sebagaimana firmanNya dalam surat At Tiin : 4-6

“sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian kami kembalikan dia ketempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya”.

Akhlak dalam Islam memiliki nilai yang mutlak, karena persepsi antara akhlak baik dan buruk memiliki nilai yang dapat diterapkan dalam kondisi apapun

 

  1. Ruang Lingkup Akhlak Islam

            Akhlak Islam dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

a)      Akhlak kepada Allah SWT

Akhlak kepada Allah prinsipnya merupakan penghambaan diri secara total kepada-Nya.Sebagai makluk yang dianugerahi hati dan akal, seorang muslim wajib menempatkan diri pada posisi yang tepat, yakni sebagai penghamba, dan menempatkan Allah sebagai Zat Yang Maha Kuasa.Beberapa bentuk perbuatan akhlak terpuji kepada Allah :

  • Menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya
  • Mensyukuri nikmat-nikmat-Nya
  • Tawakal

 

b)      Akhlak kepada Rasullulah SAW

Implementasi dari mengikuti perilaku Rasul Allah SAW berarti menempatkan beliau sebagai manusia pilihan Allah, membenarkan kerasulannyadan risalah yang dibawanya, serta menjadikan beliau sebagai panutan dalam menjalani kehidupan.

c)      Akhlak kepada sesama manusia

  • Berbakti kepada orang tua

Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal saleh yang mulia, bahkan perbuatan ini sangat utama disisi Allah SWT.Orang tua merupakan orang yang sangat berjasa dalam hidup kita karena telah mengasuh, merawat, dan mendidik kita mulai dari sebelum lahir sampai dewasa dengan cinta dan kasih sayang yang tulus.Oleh karena itu, Islam mengecam anak yang durhaka kepada orang tua.

 

  • Menghormati yang Tua, Menyayangi yang Muda

Islam mengajarkan agar kaum tua senantiasa menyayangi dan memberikan

pendidikan yang positif terhadap kaum muda. Sebaliknya kaum muda seharusnya bersikap hormat pada kaum tua.

  • Menghormati Tetangga

Islam juga mengajarkan akhlak yang perlu dibina dalam lingkungan tetangga.Tetangga merupakan lingkungan yang terdekat dengan tempat tinggal dimana kita berada, yang merupakan pihak yang lebih cepat dapat memberikan pertolongan apabila terjadi kesulitan.

4. Akhlak Terhadap Lingkungan

                              Akhlak terhadap lingkungan merupakan perbutan atau adab kita memperlakukan hewan, tumbuhan dan benda tak bernyawa yang merupakan ciptaan Allah. Dalam Alquran dijelaskan bahwa untuk mencegah terjadinya dampak kerusakan dilingkungan kita, maka kita dalam berfikir dan berbuathendaknya berpegang pada prinsip ihsan yaitu perbuatan yang selalu berorientasi pada yang paling baik, benar dan selalu mengharapkan keridhoan Allah.

 

C. proses Pembentukan Akhlak

            Dalam kenyataanya, manusia selalu ingin mengarah pada perbuatan baik bukan perbuatan buruk. Tetapi karena adanya nafsu dan godaaan, manusia sangat mudah menerima hal – hal negative yang ada pada lingkungan. Aklak yang baik dapat dibentuk dengan asumsi bahwa akhlak yang baik tidak ada dengan sendirinya, tetapi dapat terbentuk karena keinginan dan usaha pembinaan pada diri sendiri.

 

 

Proses pembinaan akhlak dapat dilakukan dengan hal – hal sebagai berikut:

  1. Pembiasaan

Al Ghazali mengatakan bahwa kepribadian manusia dapat menerima segala bentuk pembinaan melalui kebiasaan. Kebiasaan dalam pembinaan akhlak dapat dengan cara membiasakan diri untuk melakukan hal – hal yang baik dan menjauhkan diri dari hal – hal negative yang tidak baik dan tidak bermanfaat.

Kebiasaan dapat menumbuhkan pada diri kita melakukan hal – hal tanpa adanya paksaan. Hal ini karena hal – hal yang dilakukan secara terus menerus tidak terasa sebagai suatu  paksaan.

  1. Keteladanan

Prinsip keteladanan efektif dilakukan karena manusia cenderung meniru apa yang adaa pada lingkungannya. Akhlak yang baik tidak dapat terbebtuk hanya dengan intruksi atau anjuran, tetapi juga diperlukan contoh yang baik dan nyata dari diri sendiri dan orang lain dilingkungannya.

  1. Refleksi Diri

Refleksi diri dapat dilakukan dengan merenungkan perbuatan yang telah kita perbuat pada kurun waktu tertentu dalam hubungannya dengan Allah atau sesama.

Dengan perenungan ini dapat diharapkan adanya kesadaran untuk memperbaiki diri. Dalam refleksi diri ini, kita sebagai individu harus sadar bahwa kita sebagai manusia memiliki banyak kekurangan dari pada kelebihan.

Ibnu Sina menyatakan bahwa, jika seseorang ingin dirinya menjadi orang yang berakhlak baik, hendaknya dia mengetahui kekurangannya dan membatasi diri untuk untuk tidak berbuat dosa, sehingga dirinya terkontrol untuk menghindari perbuatan buruk atau maksiat, dan lebih banyak berbuat baik yang berakhlak.

D. AKTUALISASI AKHLAK DALAM KEHIDUPAN

Bentuk – bentuk aktualisasi akhlak dalam kehidupan sehari – hari adalah sebagai berikut:

  1. Menutup Aurat

Aurat adalah anggota badan yang harus dijaga dan ditutupi sehingga tidak menimbulkan hal – hal yang memalukan.

Batas – batas aurat antara laki – laki dan perempuan sangatlah berbeda. Batas aurat perempuan juga berbeda tergantung dengan siapa dia berhadapan. Secara umum perbedaan itu dapat disimpulkan sebagai berikut:

  1. Aurat perempuan ketika berhadapan dengan Allah saat shalat adalah seluruh tubsuh kecuali muka dan telapak tangan.
  2. Aurat perempuan dengan makhramnya, dalam hal ini ada dua pendapat, yaitu:

ü  Imama Syafi’I berpendapat bahwa aurat perempuan apabila bersama dengan makhramnya adalah antara pusar sampai lutut.

ü  Ulama Malikiah dan Hanabiah berpendapat bahwa aurat perempuan ketika berhadapan dengan makhromnya yang laki – laki adalalah seluruh badannya kecuali muka, leher, kepala, dan kedua kakinya.

 

Masalah Mahram ini telah Allah jelaskan pada firmanNya Q.S An-Nur:31 yang artinya

“…… dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali pada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra – putra mereka, atau putra – putra suami mereka, atau saudara – saudara laki – laki mereka, atau putra – putra saudara laki – laki mereka, atau putra – putra saudara perempuan mereka, atau perempuan – perempusn islam, atau budak – budak yang mereka miliki, atau pelayan – pelayan lelaki yang tidak memiliki keinginan(terhadap perempuan), atau anak – anak yang tidak mengerti aurat – aurat perempuan. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan, dan bertaubatlah sekalian kamu kepada Allah, hai orang – orang yang beriman supaya kamu beruntung”.

  1. c.       Aurat – aurat perempuan dangan Orang yang Bukan Makhramnya

Para Ulama berbeda pendapat tentang masalah apakah wajah, kedua telapak tangan, dan kedua telapak kaki termasuk aurat. Ada beberapa pendapat tentang hal tersebut, yaitu:

ü  Wajah dan kedua telapak tangan bukan aurat, ini adalah pendapat kebanyakan ulama, antara lain, Imam Malik, Ibnu Hazm,

ü  Wajah, kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki bukan aurat. Ini adalah pendapat Ats-Tauri, dan Al Muzani dan Al HAnafiah.

ü  Seluruh badan perempuan adalah aurat, ini adalah pendapat Imam Ahmad, Daud Al Zhahiri.

ü  Hanya wajah saja yang tidak termasuk aurat, ini adalah pendapat Imam Ahmad, Daud Al- Dzahiri

Batasan Aurat Laki-Laki

ü  Mazhab Hanafi         : mulai bawah pusar sampai dibawah lutut

ü  Mazhab Maliki          : aurat berat (kemaluan dan dubur), aurat ringan (selain kemaluan dan dubur)

ü  Mazhab Syafi’i         : antara pusar dan lutut. Baik dalam sholat, thawaf, dengan sesama jenis, maupun laan jenis yang bukan mahramnya

ü  Mazhab Hambali       : antara pusar dan lutut

ü  Jumhur Fuqaha’        : antara pusar sampai lutut

 

 

Menutup Aurat Demi Kemaslahatan Manusia  :

  1. Merupakan Faktor Penunjang  dari Kewajiban Menahan Pandangan.

                                          Q.S  An-Nur  : 31-32

      “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman : “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci daripada mereka, sesungguhnya allah maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah pada wanita yang beriman; “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, keculi yang (biasa) nampak daripadanya...”

 

  1. Faktor Penunjang dari Larangan Berzina yang sangat Terkutuk.

                  Q.S Al-Isra’ : 32

      “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah sesuatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.

 

  1. Menutup Aurat Hukumnya Wajib

      Karena alasan Sadduz Dzara’i (menutup pintu / peluang kepada dosa yang lebih besar)

 

2.Menolak Pornografi Dan Pornoaksi

Porne (perempuan jalang), graphien (menulis).Pornografi adalah bahan tulisan maupun gambaran yang dirancang dengan sengaja dan semata-mata untuk tujuan membangkitkan nafsu syahhwat

Pornografi dan pornoaksi dapat memicu terjadinya zina dan tindakan agresif seksual. Penelitian Hilton (2009) menemukan bahwa kecanduan pada pornografi bermuara ke perubahan sirkuit otak. Ganggan tersebut membuat pengirim pesan kimiawi pada otak terganggu, sehingga mempengaruhi kekuatan daya belajar dan memori.

 

Fatwa No. 287 Tentang Hukum Pornografi Dan Pornoaksi

  1. Menggambarkan secara tidak langsung atau tidaklangsung, tingkah laku secara erotis, baik dengan tulisan, gambar, suara,reklame, iklan maupun ucapan baik melalui media cetak maupun elektronik yang dapat membangkitkan nafsu hukumnya haram.
  2. Membiarkan aurat terbuka atau memakai pakaian ketat dengan maksud untuk diambil gambarnya, baik untuk dicetak maupun divisualisasikan adalah haram.
  3. Memperbanyak, mengedarkan, menjual, memberi dan melihat atau memperlihatkan gambar orang, baik cetak atau visual yang terbuka auratnya atau berpakaian ketat yang dapat membangkitkan nafsu syahwat adalah haram.

 

3. Menjauhi Pergaulan Bebas

Pola pergaulan yang lepas kontrol dan tidak mengindahkan norma-norma agama. Yang terbukti membawa dampak  penyakit mematikan, seperti HIV/AIDS.

barang siapa yang percaya kepada allah dan hari akhir, maka janganlah ia bersama ditempat dengan perempuan yang tidak ada bersamanya seorang muhrimnya karena yang ketiganya diwaktu itu adalah setan”(H.R. Ahmad )

4.Menghindari Penyalahgunaan Narkoba

      Narkotika adalah zat/obat yang berasal dari tanaman, bik sintesis maupun semi sintesis yang menyebabkan pengaruh bagi penggunanya berupa hilangnya rasa sakit, rangsangan semangat, halusinasi atau timbulnya efek ketergantungan bagi pemakainya. Jenis narkoba : heroin, ganja, opium (candu), morfin, heroin (putauw) kokain, amfetamin, alkohol. Narkotika dan obat yang disalah gunakan dapat menimbulkan berbagai macam akibat negatif.

  1. Dampak Penyalahgunaan Narkoba Bagi Tubuh :

*        Gangguan pada sistem syaraf

*        Gangguan pada jantung dan pembuluh darah

*        Gangguan pada kulit

*        Gangguan pada paru-paru

*        Penggunaan narkoba overdosis

 

  1. Dampak Penyalahgunaan Narkoba Bagi Psikis/Jiwa :

*        Hilang kepercayaan diri, apatis, penghayal dan penuh curiga

*        Agitatif (ganas dan bertingkah laku brutal)

*        Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal, dan tertekan

*        Menyakiti diri, perasaan tidak aman, memicu keinginan utk melakukan bunuh diri

*        Sering tegang dan gelisah

“Setiap zat yang dapat menghilangkan akal, haram untuk dikonsumsi walau tidak memabukkan” (Majmu’ Al-Fatawa:204)

 “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri kedalam kebinasaan” (Q.S. Al-Baqarah :195)

Nasution (2000) tujuan dari semua ajaran islam adalah untuk mencegah manusia dari perbuatan buruk, dan selanjutnya mendorong manusia pada perbuatan yang baik, sehingga pada akhirnya  dari individu yang baik, masyarakat yang baik akan dapat diwujudkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Mengetahui betapa pentingnya etika, moral dan juga akhlak dalam kehidupan, maka kita perlu mengetahu apa arti dari tiga kata tersebut. Selain itu, kita juga harus menerapkan ketika hal tersebut dalam kehidupan kita, walauoun kita sadar bahwa hal tersebut bukanlah hal yang mudah.

Setaelah kita mengetahui apa rati dan menerapkannya dlam kehidupan yang nyata kita juga memerlukan pembiasaan dalam kehidupan sehari – hari dengan berbagai tunjangan, salah satunya adalah teladan yang baik yang berasal dari lingkungan kita.

Dengan adanya akhlak yang baik, maka kita akan mudah untuk menghindari hal – hal yang sekarang sedang melanda pemuda muslim dan muslimah, yaitu pergaulan bebas, pornoaksi, pornografi dan juga narkoba.

 

  1. Saran

Dari hasil pembahsan ini, penulis menyarankan muslim dan muslimah semuanya untuk selalu menjaga akhlaknya, moral dan juga etkanya. Hal tersebut adalah hal yang sangat penting untuk menghindarkan diri dari dampak globalisasi dan modernisasi yang sangat buruk, yaitu pergaulan bebas, pornografi, pornoaksi dan juga narkoba.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Al-Qur’an Dan Terjemahnya. Departemen Agama RI

Al-Quran Digital Versi 2.0. Hak cipta hanya milik Allah swt.

Tim Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Negeri Malang.2014. Pendidikan Islam Transformatif. Malang: Dream Litera.