BERSAMA ALLAH KITA MENJADI KUAT

BERSAMA ALLAH KITA MENJADI KUAT

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Dialah Allah yang memberi kehidupan kita, seandainya Allah menghentikan pemberian-Nya barang sebentar saja, pasti kita akan binasa. Untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh manusia hidup, jantung dalam satu menit perlu didetakkan oleh Allah sebanyak 70 kali. Jika tidak, maka kehidupan manusia akan berakhir. Anggota badan manusia akan dapat berfungsi dengan sempurna, jika digerakkan oleh Allah swt. Seluruh gerakan anggota badan kita, nafas kita dan gerakan lisan kita dalam berbicara, untuk dapat berfungsi dengan baik, semuanya membutuhkan kekuatan dari Allah swt, “Dialah Allah yang membuat kamu tertawa dan menangis” (an Najm:43). Dalam hal ini, tidak ada manusia -baik muslim maupun kafir- yang dapat melakukan sendiri terlepas dari peran Allah swt.

Kawan…
Kebersamaan adalah kebutuhan asasi manusia, tidak ada manusia yang bisa hidup sendirian tanpa orang lain. Manusia menjadi tidak bernilai apapun jika hanya seorang diri. Bersama yang lain, manusia dapat menjadi produktif dan bisa memberi manfaat. Karena itulah manusia disebut makhluk sosial, dia selalu membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Namun kerjasama antara manusia saja tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu tanpa keikutsertaan Allah swt. Apapun usaha yang dilakukan manusia, tanpa adanya kebersamaan dan persetujuan dari-Nya, usaha itu akan menjadi sia-sia. Bersama Allah kita akan menjadi kuat, hanya bersama-Nya kita akan menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Hampir seluruh aktifitas ibadah yang menjadi tugas manusia di dunia ini, tujuannya adalah melatih manusia agar benar-benar selalu dekat dan bersama Allah swt. Kewajiban shalat lima waktu misalnya, adalah sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mewujudkan kebersamaan dengan-Nya. Sebanyak 5 kali dalam 24 jam diharapkan manusia tidak putus dari pengawasan-Nya, selalu merasakan kebersamaan Allah dalam shalatnya hingga menunaikan shalat kembali. Karena itulah, ibadah shalat dalam Islam adalah indikator utama ke-Islam-an seorang muslim, hal yang membedakan antara muslim dan non muslim adalah shalat, bahkan dikatakan bahwa shalat itu adalah pilar utama agama, barang siapa menunaikannya berarti ia telah menegakkan agama, dan barangsiapa meninggalkannya berarti ia merobohkan agama.

Dalam setiap ibadah yang dilakukan oleh manusia, agar bisa diterima di sisi-Nya, harus dilakukan dengan ikhlas hanya untuk mendapatkan ridha dari-Nya, karena dengan keikhlasan berarti di situ ada bebersamaan dan kehadiran Allah, sebaliknya jika ibadah dilakukan dengan tidak ikhlas, dimana tujuannya adalah mencari selain ridha Allah, berarti manusia telah menjauhkan diri dari kebersamaan Allah swt. Jika tidak bersama Allah berarti bersama selainnya, maka ibadah manusia tidak akan nilainya sama sekali dan tidak akan diterima oleh Allah, manfaat ibadah bagi diri seseorang juga akan sirna.

Untuk mewujudkan kebersamaan Allah juga, setiap muslim dalam beramal harus sesuai dengan anturan yang telah ditentukan oleh Allah dan rasul-Nya. Manusia dalam beribadah tidak boleh membuat aturan sendiri, segala sesuatunya sudah ditentukan oleh Allah dan rasul-Nya, ketentuan dari Allah itulah yang paling tepat bagi manusia karena Allah yang menciptakan manusia dan Dia yang paling mengetahui standar yang dimiliki oleh manusia. Apabila ketentuan dalam ibadah itu diserahkan kepada manusia, maka justru akan memberatkan manusia itu sendiri karena ia tidak mengetahui bahkan terhadap kemampuan dirinya sendiri sekalipun. Disamping itu juga tidak dapat merasakan kebersamaan Allah dalam ibadahnya.

Berdoa adalah sarana lain untuk menjalin kebersamaan dengan Allah. Karena kelemahan manusia, maka ia diberi kesempatan untuk memohon kepada Allah. Mengikutsertakan Allah dalam setiap usaha yang dilakukan manusia adalah sebuah keharusan, hal itu dapat dilakukan dengan berdoa dan memohon kepada-Nya. Manusia tidak boleh bosan-bosan memohon kepada Allah, keengganan seseorang untuk berdoa adalah sikap arogan dan sombong kepada-Nya. Allah semakin cinta kepada hamba yang selalu mengangkat tangan meminta kepada-Nya. Allah juga berjanji akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya dan pasti janji itu akan ditepati. Berdoa itu adalah merupakan bagian dari ibadah kepada Allah, bahkan merupakan inti dari ibadah, karena di dalamnya ada ketulusan dalam penghambaan dan kebersamaan dengan-Nya.

Semakin pandai manusia menjalin kebersamaan dengan Allah, maka di situlah letak kemuliaan manusia. Allah swt. telah menyatakan bahwa manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Semakin tinggi ketakwaan seseorang, maka semakin tinggi tingkat kemuliaannya di sisi Allah. Dengan takwa manusia akan menjadi kuat, dengan takwa pula manusia akan mampu menyelesaikan segala persoalan hidup. Dan ketakwaan itu intinya adalah menghadirkan Allah dalam setiap aktifitas kita.

Semoga Allah selalu memberi kekuatan kepada kita untuk selalu menghadirkan-Nya dalam setiap aktifitas kita, sehingga kebersamaan kita dengan-Nya akan menghadirkan kekuatan untuk menunaikan tugas penghambaan kita di dunia ini. Wallahu a’lam.
===============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Go to top