Hikmah

KEBANGKITAN BAHASA ARAB DI INDONESIA

KEBANGKITAN BAHASA ARAB DI INDONESIA

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Dalam berbagai seminar, simposium dan konferensi yang diadakan untuk kepentingan pengembangan pembelajaran bahasa Arab dalam rangka mengembalikan kejayaannya, baik pada level lokal, regional maupun internasional, sering dibahas tentang bagaimana cara membangkitkan kembali bahasa Arab. Berbagai ide dan gagasan juga sudah dilontarakan dalam forum-forum itu, diantaranya menyerukan untuk membuat lembaga atau organisasi yang bekerja secara khusus untuk tujuan tersebut. Maka kemudian berdirilah lembaga-lembaga pembelajaran bahasa Arab di Indonesia.

Pada tingkat perguruan tinggi misalnya, muncul pengembangan program pembelajaran yang mengajarkan bahasa Arab secara intensif. Pada awal tahun 1980 untuk pertamakalinya program intensif itu dibuat di Indonesia, yaitu dengan berdirinya Lembaga Pengajaran Bahasa Arab (LPBA) di Jakarta. Sekarang, lembaga yang diprakarsai pendiriannya oleh pemerintah Arab Saudi bekerjasama dengan pemerinta Indonesia itu sudah berkembang pesat, bukan hanya menyelenggarakan pembelajaran bahasa Arab intensif, namun juga membuka program studi S-1 Syari’ah dan telah diakreditasi oleh BAN-PT dengan mendapat nilai terbaik A. Disamping prodi Syaria’h, telah dibukan juga prodi Pendidikan Guru Bahasa Arab dan prodi Keuangan Syariah.

Di awal tahun 90-an, Universitas Muhammadiyah Malang memprakarsai pendirian program intensif Bahasa Arab, dengan nama Laboratorium Bahasa Arab (LBA). Program ini mewajibkan kepada seluruh mahasiswa Fakultas Agama Islam UMM untuk mempelajari bahasa Arab secara intensif selama satu tahun penuh. Program pembelajaran dilaksanakan pada pagi hari mulai jam 07.00 sd jam 11.30 pada hari Senin hingga Jumat setiap minggunya. Hasilnya sangat menggembirakan, hingga saat ini program itu tetap berjalan bahkan berkembang dengan baik.

Pada tahun 1997, UIN Maulana Malik Ibrahim yang pada saat itu bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang, atas inspirasi dari keberhasilan LBA-UMM, mencoba bangkit dengan mengembangkan program serupa. Melalui arsiteknya, Prof. Dr. Imam Suprayogo yang selalu nongkrongi saat awal-awal program itu dicetuskan, program intensif bahasa Arab STAIN Malang dibuat lebih spektakuler, dengan mewajibkan kepada seluruh mahasiswa yang belajar di kampus itu untuk belajar bahasa Arab selama satu tahun penuh, tanpa melihat program studi yang diambil oleh mahasiswa. Mahasiswa jurusan Fisika-pun wajib belajar bahasa Arab. Pembelajaran dilakukan pada sore hari selama lima hari mulai jam 14.00 sd jam 20.00, dari hari Senin hingga Jumat.

Hasilnya juga sangat spektakuler, seluruh mahasiswa UIN Malang bisa bahasa Arab, tentunya dengan tingkat kemampuan yang bervariasi, hingga sebagaian mahasiswa dari jurusan sains-pun mampu menuliskan tugas akhirnya dengan menggunakan bahasa Arab. Sebuah progres yang luar biasa, hingga semua orang menjadikan UIN Malang sebagai kiblat pembelajaran bahasa Arab di Indonesia. Program itu sampai sekarang masih berjalan dengan baik, bahkan berkembang pesat dan ditiru oleh beberapa perguruan tinggi Agama Islam Negeri di Indonesia.

Masih dalam level perguruan tinggi juga, pada awal tahun 2000-an, Yayasan Muslim Asia yang berpusat di Jakarta mendirikan beberapa lembaga pembelajaran bahasa Arab Intensif. Dengan mengambil kurikulum yang diterapkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan bahasa Arab (LIPIA) Jakarta, tidak kurang dari 15 lembaga bahasa Arab yang telah didirikan diberbagai kota besar di Indonesia, diantaranya di Jakarta ada Ma’had Utsman bin Affan, di Bandung ada Ma’had Imarot, di Surabaya ada Ma’had Umar bin Khatab dan di Malang ada Ma’had Abdurrahman bin ‘Auf. Program pembelajaran bahasa Arab gratis yang dikemas untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia itu telah menuai hasil yang sangat memuaskan, banyak lulusannya yang kembali ke daerah bekerja mengembangkan bahasa Arab dan dakwah Islam.

Kawan…
Melalui beberapa contoh pengembangan bahasa Arab di perguruan tinggi di atas, ternyata keberhasilan untuk membangkitkan dan menggeliatkan pembelajaran bahasa Arab di Indonesia semuanya dilakukan dengan model pembelajaran yang intensif. Dengan demikian, bagi para pecinta bahasa Arab yang memiliki semangat untuk membangkitkan bahasa Arab dapat meniru model pembelajaran tersebut. Wallahu a’lam.
===============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Rekomendasi Artikel: