BAHASA AL QURAN LEBIH DARI BAHASA ARAB

BAHASA AL QURAN LEBIH DARI BAHASA ARAB

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Al Quran diturunkan oleh Allah swt. sebagai tanda kerasulan nabi Muhammad saw. dan menjadi bukti nyata kebenaran dakwahnya. Al Quran adalah mukjizat terbesar nabi Muhammad saw. Kemukjizatannya dapat dilihat dari berbagai sisi, salah satunya adalah dari sisi bahasanya. Bahasa yang digunakan oleh al Quran bukan sekedar bahasa Arab biasa, namun bahasa dengan tingkatan yang tertinggi. Kehebatan karya sastra Arab Jahiliyah yang tsangan monumental itu tidak dapat mengalahkan bahasa al Quran. Para penyair Arab itupun bertekuk lutut dihadapan al Quran. Meskipun demikian, mereka juga tetap bertahan dalam kekufurannya terhadapa ayat-ayat al Quran.

Kekaguman para penyair Arab terhadap bahasa al Quran seringkali terungkap dari lisan mereka sendiri, misalnya salah seorang tokoh penyair yang bernama Utbah bin Rabi’ah, ketika mendengarkan rasulullah saw. membaca beberapa ayat pada bagian pertama surat Fusshilat, kemudian ia kembali ke kaumnya dengan membawa kesan yang sangat mendalam dari bacaan rasulullah tersebut. Setelah ditanya oleh kaumnya tentang kesannya terhadap al Quran, Utbah menjawab: “Saya telah mendengarkan ungkapan yang belum pernah saya dengarkan seperti itu sebelumnya, ungkapan itu bukan puisi, bukan pula karena sihir atau mantra-mantra perdukunan. Wahai kaum Quraisy, taatilah aku dan jangan hiraukan perkataan itu, biarkan itu ada di sana bersama mereka”. Dan masih banyak lagi kesan kekaguman yang diungkapkan oleh para penyair mereka.

Bahasa al Quran itu adalah mukjizat, untuk menandingi bahasanya, tidak seorangpun dari para penyair Arab pada waktu itu yang sanggup melakukannya, Dalam banyak ayat al Quran telah mempersilahkan mereka untuk membuat susunan bahasa seperti al Quran, namun tidak ada yang mampu melakukannya (at Thur:34), bahkan diturunkan menjadi sepuluh surat saja juga tidak mampu (Hud:13), terakhir hanya diminta untuk membuat satu surat saja juga tidak ada yang mampu melakukannya (al Baqarah:23). Seandainya ada diantara para penyair itu yang mampu melakukannya, tentunya kita dapat melihat hasil karya mereka saat ini.

Sesungguhnya kosa kata yang digunakan untuk menuliskan bahsa Arab dan bahasa al Quran tidak ada perbedaan, susunan tata bahasa bahasa Arab juga tidak berbeda dengan struktur yang digunakan oleh bahasa al Quran. Orang Arab juga mengetahui bahwa antara keduanya tidak ada perbedaan dari sisi unsur bahasanya. Namun, mengapa para penyair Arab itu tidak mampu menyusun karya sastra yang sama dengan bahasa al Quran.

Yang membedakan adalah bentuk pemilihan katanya. Allah telah memilih kata yang bukan hanya indah dalam rangkaiannya, namun makna yang terkandung sebagai konsekwensi dari pemilihan kata itu juga yang membuat berbeda dengan bahasa Arab biasa. Begitu juga tentang pemilihah struktur yang dihiasi dengan spirit wahyu, membuat susunan tata bahasa al Quran tidak bisa disamai oleh bahasa Arab.

Itulah bahasa al Quran yang tingkatannya melebihi bahasa Arab, karena yang membuatnya adalah Dzat yang Maha Kuasa, Pencipta bumi dan segala isinya. Diantara hikmah dibalik tingginya tingkatan bahasa al Quran dibanding dengan bahasa Arab adalah untuk menjaga keabadian bahasa al Quran. Seandainya bahasa al Quran itu sama dengan bahasa Arab biasa, maka dimungkinkan dengan perjalanan waktu adanya pergeseran pada bahasa Arab yang mengakibatkan terjadinya pergeseran pada bahasa al Quran.

Hikmah lain dari adanya perbedaan antara bahasa al Quran dan bahasa Arab adalah untuk mempercepat penyebaran bahasa Arab, karena bahasa itu akan mengikuti umat Islam. Dimana saja Islam tersebar, di situ juga terdapat bahasa al Quran yang tingkatannya lebih tinggi itu dipelajari, dan bahasa Arab-pun mengikuti jejaknya. Pada akhirnya akan membuat bahasa Arab ini menjadi bahasa Internasional dan dibutuhkan oleh semua orang untuk berkomunikasi.

Kawan…
Betapa indahnya bahasa Arab, betapa sempurnanya bahasa al Quran. Kalau ada orang yang tidak memahami bahasa orang lain saja akan menjadi tersesat dan tertipu, alangkah lebih tertipunya jika ia tidak memahami bahasanya sendiri, yaitu bahasa al Quran?. Wallahu a’lam.
==============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Go to top