KUALITAS SEBELUM KUANTITAS

KUALITAS SEBELUM KUANTITAS

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Dalah hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim diceritakan: “Ketika seorang laki-laki sedang berjalan, dia merasakan kehausan yang sangat, lalu dia turun ke sumur dan minum. Ketika dia keluar, ternyata ada seekor anjing sedang menjulurkan lidahnya menjilati tanah basah karena kehausan. Dia berkata, ‘Anjing ini kehausan seperti diriku.’ Maka dia mengisi sepatunya dan memegangnya dengan mulutnya, kemudian dia naik dan memberi minum anjing itu. Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita bisa meraih pahala dari binatang?” Beliau menjawab, “Setiap memberi minum pada hewan akan mendapatkan ganjaran”.

Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut”.

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dari hadis diatas, diantaranya adalah sebagai motivasi bagi kita untuk berbuat baik pada manusia. Jika dengan memberi minum anjing saja bisa menjadikan dosa kita diampuni oleh Allah, maka memberi minum pada manusia tentu akan mendapatkan pahala yang besar pula. Hadis diatas juga memberitahukan kepada kita bahwa kita tidak boleh menghukumi orang yang melakukan dosa besar itu kafir, karena wanita pezina dalam hadis di atas diampuni oleh Allah dosanya bukan karena bertaubat, tetapi karen telah berbuat kebikan, yaitu memberi munum anjing yang kehausan.

Kawan…
Ada satu pelajaran lain yang dapat kita ambil dari dua riwayat hadis di atas, yaitu bahwa timbangan yang digunakan oleh Allah untuk mengukur amal perbuatan seseorang itu berbeda dengan timbangan yang digunakan oleh mansuia. Menurut timbangan Allah, bisa jadi meskipun seseorang itu melakukan amal sedikit namun hal itu sudah dapat mengantarkannya bisa masuk surga, sementara ada orang yang suda melakukan banyak amal, namun masih belum bisa memasukkannya ke dalam surga. Bedanya adalah terletak pada kualitasnya dan bukan pada kuantitas.

Perbuatan baik yang dilakukan oleh wanita dalam hadis di atas, jelas sangat sedikit sekali jika dibandingkan dengan perbuatannya yang jelek, karena dia pezina pasti daftar dosa zinanya sangat banyak sekali. Dengan melakukan kebaikan yang amat kecil dari sisi kuantitas, hanya dengan memberi minum ajning yang kehausan, ia menjadi diampuni oleh Allah dan masuk surga. Di dalam amal yang kecil dan sedikit itu terdapat keikhlasan. Keikhlasan itulah yang membuat amal seseorang menjadi berkualitas.

Karena itulah Allah menjadikan keikhlasan sebagai salah satu syarat diterimanya amal perbuatan seseorang di sisi Allah disamping mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya dalam beribadah. Dua syarat ibadah itu ternyata keduanya terkait dengan kualitas, sehingga dapat merubah nilai ibadah itu sendiri dihadapan Allah swt. Akhirnya ibadah itu menjadi maqbulah di sisi-Nya dan pelakukan berhak mendapat balasan yang lebih baik.

Akan lebih baik lagi kalau amal ibadah itu kita lakukan dengan memenuhi kualitas dan kuantitasnya sekaligus. Sudah barang tentu Infaq dan sedekah yang jumlahnya banyak dan dilakukan dengan ikhlas hanya mengharap ridha dari Allah swt. itu lebih istimewa jika dibandingkan dengan yang jumlahnya sedikit meskipun dengan ikhlas juga. Dampak sosial kemasyarakatan yang ditimbulkan dari sedekah yang banyak dan ikhlas akan lebih luas, dan hal ini tentunya lebih baik.

Semoga Allah swt. selalu memberikan kekuatan kepada kita untuk selalu dapat melakukan aktifitas dengan ikhlas sehingga memenuhi unsur kualitas dan dengan jumlah yang banyak sehingga memenuhi unsur kuantitasnya. Wallahu a’lam.
===============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Go to top