Hikmah

JIKA KITA MAU BERUBAH


JIKA KITA MAU BERUBAH

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Di masjid dekat tempat tinggal kami, sejak bulan Ramadhan tiba, hampir 24 jam selalu dikumandangkan acara tadarrus al Quran, kegiatan ini sudah berjalan bertahun-tahun setiap bulan Ramadhan. Jadwal pelaksanaannya pun ditata dengan rapi; bapak-bapak tadarrus setelah shalat taraweh hingga larut malam, ibu-ibu setelah shalat subuh hingga siang hari, para pemuda membaca al Quran setelah dhuhur hingga shalat asar, anak-anak juga diberi waktu tersendiri yaitu setelah shalat ashar sampai maghrib. Luar biasa bulan Ramadhan ini.

Kawan…
Kita menyaksikan di bulan Ramadhan ini segala sesuatu mengalami perubahan. Kegiatan kemasyarakatan berubah, agenda masing-masing pribadi kita berubah, jadwal tidur kita berubah, jam kerja kantor kita berubah, waktu silaturrahim kita berubah, jam makan kita berubah, waktu dan cara beribadah kepada Allah juga mengalami perubahan.

Ternyata manusia di bulan Ramadhan ini berubah menjadi lebih dekat kepada Tuhan, menjadi lebih cinta membaca al Quran, banyak orang yang senang mengerjakan shalat, keterikatan masyarakat dengan masjid menjadi lebih kuat, dimana-mana kita dapati banyak orang bersedekah memberi santunan, makanan dan lain sebgainya. Hampir semua orang merasa bahwa mereka semua esuk hari akan berubah menjadi manusia lain.

Pelajaran berharga dari bulan Ramadhan adalah bahwa bulan ini mengajari kita tentang perubahan. Jika ada kemauan, kita pasti bisa berubah menjadi lebih baik. Allah swt. telah menciptakan manusia dilengkapi dengan kekuatan untuk melakukan perubahan. Karena itu, sangat mungkin perubahan itu bisa terjadi pada setiap manusia dengan syarat ada kemauan. Biasanya yang menghambat terjadinya perubahan pada diri kita adalah karena adanya pengaruh lain. Karena manusia tidak berdaya melawan pengaruh itu, maka menjadi sulit perubahan itu dilakukan, padahal setiap tahun sudah diingatkan oleh Ramadhan.

Ramadhan telah mengingatkan, bahwa kita mampu meninggalkan makan dan minum selama sehari penuh, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ramadhan juga telah mendorong kita untuk lebih dekat dengan al Quran, kita dapat mengkhatamkan al Quran minimal sekali dalam satu bulan, hal yang jarang dapat kita lakukan di luar bulan suci Ramadhan. Bagi manusia yang punya hobi berbuat maksiat, juga dapat meninggalkan kemaksiatannya di bulan Ramadhan ini. Semuanya itu sangat mungkin kita lakukan jika kita mampu.

Kemauan untuk melakukan perubahan itu sesungguhnya datang dari dalam diri kita masing-masing, kemauan itu tidak turun dari langit secara tiba-tiba. Kemauan itu akan muncul apabila manusia memutuskan sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kecerdasan antara pemungut sampah di jalan-jalan dengan milyader di gedung mewah, yang membedakan antara keduanya adalah keputusan yang diambil oleh masing-masing, yang pertama mengambil keputusan sebagai pemungut sampah dan yang kedua keputusannya menjadi milyader.

Karena itu, benar sekali firman Allah yang menyatakan: “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada pada suatu kaum, hingga mereka sendiri yang melakukan perubahan” (QS ar Ra’d:11).

Perubahan untuk menjadi apapun semuanya tergantung kepada keputusan kita masing-masing. Orang lain tidak akan bisa membuat keputusan untuk kita. Jika kita mau memutuskan untuk berubah, maka keputusan kita akan direstui oleh Allah swt. Dia akan menentukan sesuatu buat kita sesuai dengan keputusan yang kita ambil. Karena itu, dalam hadis nabi saw. juga disebutkan bahwa Allah akan memberikan kepada hamba-Nya sesuai dengan perasangkan hamba kepada-Nya, jika berperasangka baik, maka Allah akan memberikan kepadanya kebaikan, dan begitu juga sebaliknya. Buruk sangka itu sebagaimana tidak boleh dilakukan terhadap sesama manusia, juga tidak boleh dilakukan terhadap Allah.

Semoga Allah swt. selalu memberikan kekuatan kepada kita untuk melakukan perubahan diri menjadi lebih baik melalui motivasi dan semangat yang diajarkan oleh bulan suci Ramadhan pada tahun ini. Sebagaimana kita juga berharap agar Allah selalu menuntun kita berani mengambil keputusan untuk menjadi yang lebih baik lagi. Wallahu a’lam.
===============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.