MANUSIA DI BULAN RAMADHAN

MANUSIA DI BULAN RAMADHAN

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Apabila kita melihat manusia yang ada di sekitar kita, baik di lingkungan tinggal kita maupun di tempat kerja, kita akan dapatkan kondisi mereka di bulan Ramadhan ini sangat beragam. Diantara mereka ada yang rajin beribadah, ada yang semakin menjauh dari kebaikan, ada yang berubah menjadi tukang makan, ada yang menjadi pemarah, ada yang suka begadang dan ada yang pekerjaannya di siang hari hanya tidur saja.

Setelah bulan Ramadhan selesaipun banyak orang yang berubah, menjauh dari nilai-nilai kebaikan yang didapat selama Ramadhan, dan ada pula yang masih tetap bisa mempertahankan kebaikannya di luar bulan Ramadhan. Ada yang keluar dari bulan Ramadhan beratnya menjadi bertambah dan ada pula yang berkurang. Ada baiknya kita melihat sebagian dari kondisi mereka, untuk kita jadikan pelajaran dalam melakukan perubahan diri menjadi lebih baik.

Kelompok pertama, adalah mereka para ahli ibadah. Mereka adalah orang-orang yang menyadari bahwa bulan Ramadhan adalah suatu kesempatan yang belum tentu akan mereka temukan lagi pada tahun yang akan datang, karena itu mereka memanfaatkan dengan baik kesempatan ini. Setiap waktu berjalan dan setiap hari berlalu, mereka isi dengan kegiatan yang dapat mendekatkan diri mereka kepada Allah dan bisa mengantarkan mereka kepada pintu taubat. Aktifitas kesehariannya adalah berpuasa, shalat qiyamullail, membaca al Quran, menyantuni fakir miskin, silaturrahim, membantu orang yang lemah serta sejumlah pekerjaan lain yang baik dan bermanfaat buat orang banyak.

Kelompok kedua, adalah mereka yang begadang di malam bulan Ramadhan. Mereka menghidupkan malam-malam bulan Ramadhan, namun bukan untuk melakukan ibadah. Mereka hanya menghabiskan malam-malam Ramadhan dengan menikmati acara televisi, menghabiskan waktu untuk bersenda gurau dan bermain bersama kawan-kawannya yang nilai manfaatnya kurang bahkan tidak ada sama sekali. Pada siang harinya, mereka habiskan untuk tidur yang bisa jadi baru bangun ketika menjelang adzan maghrib. Mereka membalik malam menjadi siang dan siang menjadi malam.

Kelompok ketiga, adalah mereka yang di bulan Ramadhan ini menjadi pemarah. Mereka tidak bisa diajak berkomunikasi kecuali disambutnya dengan kemarahan. Mereka mudah marah karena hal-hal yang sepele dan remeh, sepertinya hanya mereka saja yang berpuasa. Produktifitas kebaikannya di bulan Ramadhan menjadi berkurang, bahkan justru dosa-dosanya semakin bertambah karena banyak melukai hati orang lain dengan perilaku dan lisnnya.

Kelompok keempat, adalah mereka yang melakukan puasa di bulan Ramadhan, namun tidak mau melaksanakan shalat. Perilaku mereka betul-betul terlihat aneh, bagaimana bisa mereka mau berpuasa tetapi tidak mau melaksanakan shalat lima waktu. Seakan-akan Tuhan yang memerintahkan puasa berbeda dengan Tuhan yang memerintahkan shalat, hingga disikapi berbeda. Padahal apabila kita bandingkan, sesungguhnya ibadah puasa itu jauh lebih berat daripada ibadah shalat. Mereka lupa bahwa shalat itu adalah pilar utama dari agama dan yang membedakan antara status muslim dan kafir adalah shalat.

Kelompok kelima, adalah mereka yang dengan terang-terangan menentang syari’at puasa. Mereka tidak mau menjalankan ibadah puasa dan tidak hanya sebatas itu, bahkan mereka tidak mau menghormati orang yang sedang berpuasa. Dengan terang-terangan dan tidak malu-malu lagi makan-minum di depan orang yang sedang berpuasa. Orang yang temasuk dalam kelompok ini memang sudah tidak memiliki perasaan, sudah hilang rasa malunya dan hati mereka sudah sangat keras seperti batu, sehingga tidak dapat melihat kebenaran apalagi menerimanya. Padahal sejelek-jelek manusia, biasanya masih memiliki rasa malu, makanya ada pepatah yang mengatakan : “apabila anda tidak malu, lakukanlah apa saja yang anda mau”.

Kawan…
Sudah barang tentu, yang menjadi harapan kita adalah masuk dalam kelompok pertama. Kita pasti sadar bahwa kesempatan emas di bulan Ramadhan ini belum tentu akan terulang lagi bagi kita. Karena itu, tidak ada jalan lain kecuali memanfaatkan hari-hari di bulan Ramadhan ini dengan aktifitas yang bermanfaat, baik untuk pribadi kita maupun untuk orang lain.

Kita jangan hanya mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan yang biasa-biasa saja, mari kita buat target terbaik untuk Ramadhan kita kali ini, sehingga kebaikan kita semakin bertambah dan manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

Kita juga memohon kepada Allah swt., agar dapat berkenan menerima ibadah puasa kita, shalat qiyamullail kita, seluruh amal kebaikan kita di bulan suci ini dan membebaskan diri kita dari api neraka. Wallahu a’lam.
===============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Add comment


Go to top