Hikmah

ANTARA BELAJAR BAHASA IBU DAN BAHASA KEDUA

Oleh : Dr. H. Uril Bahruddin, M.A

Bahasa Arab bagi orang Makkah adalah bahasa Ibu, karena mereka lahir dan besar di lingkungan yang bahasa komunikasi mereka sehari-hari adalah bahasa Arab. Adapun bahasa Arab bagi orang Indonesia adalah bahasa kedua, karena mereka lahir dan besar di lingkungan yang bahasa komunikasi mereka sehari-hari bukan bahasa Arab, melainkan bahasa Indonesia, bahkan bahasa daerah.

Untuk menguasai bahasa Ibu biasanya dilakukan melalui proses yang disebut dengan iktisabal lughah atau pemerolehan bahasa, yang dilakukan secara alami dari lingkungan dan tanpa ada guru yang mendampingi. sementara untuk menguasai bahasa kedua biasanya melalui proses yang disebut dengan ta’allum al lughah atau belajar bahasa yang kebanyakan dilakukan secara formal di sekolah atau kursus dengan materi dan metode tertentu dan didampingi oleh guru.

Meskipun seseorang telah memperoleh bahasa Ibu sejak kecil melalui lingkungannya, namun tetap saja harus mendalami bahasa itu kembali khususnya ketika masuk sekolah Dasar dan Menengah. Seperti kita orang Indonesia, yang sejak kecil kita telah mengenal bahasa Indonesia, namun tetap saja kita harus belajar bahasa Indonesia, bahkan sampai di perguruan tinggi juga masih diajarkan. Demikian pula dengan bahasa Arab bagi orang Arab, mereka juga harus belajar kembali bahasa Arab.

Orang Arab yang belajar bahasa Arab berarti dia sedang belajar bahasa Ibu, adapun orang Indonesia yang belajar bahasa Arab berarti dia sedang belajar bahasa kedua. Antara dua macam jenis belajar tersebut memiliki perbedaan yang signifikan dan tidak boleh disamakan antara keduanya. Diantara perbedaannya adalah sebagai berikut:

Bagi pembelajar bahasa Ibu, sudah barang tentu dia telah dapat mendengar dan mengucapkan bunyi bahasa itu dengan baik, telah mengetahui makna kosa kata dengan benar dan sempurnya, juga telah mampu berbicara dengan menggunakan kosa kata itu dalam susunan bahasa yang baik. Yang perlu dipelajari di sekolah hanya dua hal saja, yaitu ketrampilan membaca dan menulis.

Sementara bagi pembelajar bahasa kedua, dia belum pernah mendengar dan mengucapkan bunyi bahasa itu, belum tahu makna kosa kata dan belum bisa berbicara dengan bahasa yang dipelajari, apalagi membaca dan menuliskannya. Sehingga, jika pembelajar bahasa Ibu hanya butuh belajar dua ketrampilan bahasa saja, maka pembelajar bahasa kedua harus mempelajari semuanya, seluruh unsur dan ketrampilan bahasa harus dipelajari.

Karena adanya perbedaan itu, maka belajar bahasa kedua dengan menggunakan metode belajar bahasa Ibu sangat tidak disarankan.

Kawan…
Ketika kita orang Indonesia ini belajar bahasa Arab, maka berarti kita belajar bahasa kedua, dan itu berbeda dengan orang Arab yang belajar bahasa Arab. Pemahaman ini perlu kita miliki karena banyak orang yang menyamakan antara dua jenis belajar di atas. Di lapangan, banyak kita temui lembaga pendidikan atau pesantren di Indonesia yang masih menggunakan buku ajar yang tidak dibuat untuk pembelajar bahasa kedua, misalnya dengan menggunakan buku-buku impor yang digunakan di negara-negara Arab. Bagi kita orang Indonesia, ada buku dan metode tersendiri yang harus kita gunakan dalam belajar bahasa Arab.

Kesalahan dalam hal ini berakibat pada ketidakberhasilan dalam belajar bahasa Arab. Seandainya berhasil, itupun lebih disebabkan karena keberkahan bahasa Arab dan semangat dari para pembelajarnya. Seandainya empath al itu dipadukan, antara buku yang tepat, metode yang tepat, keberkahan bahasa Arab dan semangat para pembelajarnya, maka keberhasilan belajar bahasa Arab akan lebih baik lagi.

Bagi anda yang mau belajar bahasa Arab, sudah ada buku-buku yang khusus dibuat untuk kita sebagai pembelajar bahasa kedua, diantaranya yang terbaik saat ini menurut hemat kami adalah buku seri bahasa Arab “Al ‘Arabiyah Baina Yadaik” yang dibuat oleh lembaga Arabic For All di Riyadh, Saudi Arabia. Buku itu juga telah dilengkapi dengan media audio, kamus dan sarana pendukung yang lain.

Selamat mencoba, semoga sukses… Wallahu a’lam.
==============
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Rekomendasi Artikel: