Aqidah

Aqidah

Cinta Allah dan RasulNya


/cinta rasul.jpgPada suatu hari di zaman Rasulullah SAW, ada seorang Arab Badui yang menyeruak jamaah sholat untuk mendekati Rasulullah SAW. Dan ketika sudah dekat, orang itu bertanya “Wahai Rasul Allah, Kapankah kiamat terjadi?”.
Nabi tidak segera menjawabnya, karena sholat sudah hampir dididirikan.
Ketika sholat telah usai, dengan lembut penuh wibawa. Rasulullah SAW, bersabda, “Mana orang yang tadi bertanya tentang hari kiamat?”. Orang itu segera menjawab “Saya, wahai Rasulullah”. Nabi balik bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menyambut datangnya kiamat?”. Sejenak, majelis itu diliputi suasana hening, sampai orang itu berucap, “Saya tidak mempersiapkan amal yang banyak. Saya hanya mencintai Allah dan Rasul-Nya”. Dengan tersenyum, Nabi menjawab, “Engkau akan bersama dengan orang yang kau cintai“.
Sungguh luar biasa apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW ini, sehingga para sahabatpun meerasa tergugah untuk ikut mengajukan pertanyaan kepada beliau, “Wahai Rasulullah apakah ucapan itu hanya berlaku untuk dia saja?”
Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, ucapanku ini berlaku pula untuk kalian dan orang-orang yang sesudah kalian, nanti”.
Kegembiraan segera menyelimuti orang-orang yang hadir di majelis itu, hingga Anas bin Malik berujar, “Aku belum pernah melihat kaum muslimin begitu berbahagia setelah masuk Islam karena sesuatu, seperti bahagianya mereka mendengar sabda Nabi SAW tersebut”