Muhasabah

Ingin Melihat Rasulullah saw? Mau?.....

Pada suatu hari seorang lelaki datang mengunjungi seorang syaikh (ulama). Kemudian ia mengajukan sebuah pertanyaan,, “Wahai syaikh, saya ingin sekali melihat Rasulullah saw”

 

Syaikh lalu balik bertanya untuk meyakinkan kemauan lelalki itu, “Anda ingin melihat Rasulullah saw?”

 

Lelaki itu menjawab, “Benar wahai syaikh, saya ingin sekali melihat Rasullulllah saw.”

 

Syaikh berkata, “Mudah saja caranya, kembalilah ke rumahmu, lalu makan siang-lah dengan ikan dan garamnya yang banyak, akan tetapi engkau tidak dipoerkenankan minum air sedikitpun. Kemudian, pada malam nanti, makan malam-lah engkau dengan menu yang sama, yakni ikan dan garam yang banyak, kemudian tidak diperkenannkan minum air.”

 

Lelaki itu bergumam dalam hatinya, “Ah, mudah sekali syaratnya.?”

 

Segera lelaki itu bergegas pulang ke rumah. Di rumah, ia makan siang dengan menu seperti yang dipesankan oleh syaikh tersebut. Ia pun tidak meminum air setelah menyantap menu itu. Kemudian di malam harinya, ia pun makan malam dengan menu yang sama, dan tidak meminum setetes air pun sebagaimana pesan syaikh kepadanya.

 

Lalu, menjelang tidur, ia merasa kehausan. Akan tetapi karena pesan syaikh yang melarang minum air, ia pun tidak berani meminum air. Kondisi ini membuat dia sulit  untuk segera tidur. Bahkan kini rasa hausnya semakin bertambah. Akan tetapi ia menguatkan diri untuk tidak meminum setetes air pun demi tujuannya melihat Rasulullah saw.

 

Karena malam mulai larut dan ia pun mengalami keletihan, akhirnya ia pun tertidur.

 

Saat tidur, ia bermimpin menemui sebuah sungai yang jernih mengalir, ia pun mendekati sungai itu, dan dengan perasaan dahaga yang ia rasakan saat sebelum tidur, ia pun segera mendatangi sungai dalam mimpinya itu dan meminum air sungai itu dengan rasa yang sangat segar. Bukan hanya itu, ia pun mandi di sungai yang jernih itu, dan berenang kesana-kemari menikmati kesegaran air sungai itu. Hal itu ia lakukan begitu lamanya karena kesegaran air yang ia rasakan begitu nikmat.

 

Akan tetapi dalam mimpinya itu, sedikit pun ia  tidak melihat Rasulullah saw.

 

Keeseokan harinya, ia kembali datang menemui sang syaikh. Saat datang, syaikh mendahuluinya bertanya, “Wahai lelaki, apakah kamu sudah dapat melihat Rasulullah saw?”

 

Lelaki itu menjawab, “Belum, wahai syaikh, aku belum melihat Rasulullah saw.”

 

Syaikh bertanya, “Apakah engkau melaksanakan apa yang aku sarankan.”

 

Lelaki itu menjawab, “iya wahai syaik, aku telah melaksanakan pesan Anda.”

 

Syaikh bertanya lagi, “Lalu apa yang kamu alami.?”

 

Lelaki itu berkata,: “Aku merasa kehausan menjelang tidurku , dan aku berangan-angan  seandainya bisa meminum walau seteguk air saja. Akan tetapi hal itu tidak aku lakukan karena ingat akan pesan Anda. Hingga aku tertidur, Dan dalam tidurku, aku bermimpi menemukan sebuah sungai yang jernih dan segar, aku meminumnya dengan perasaan puas, lalu aku mandi dan berenang di dalamnya, sehingga aku merasakan kesegaran yang begitu nikkmat.”

 

Kemudian syaik berkata, “Wahai lelaki, Jika engkau jadikan Rasulullah saw memnuhi pikiran dan perasaanmu, dan engkau mencintainya dengan sepenuh hati serta selalu menyebut namanya dengan banyak bershalawat kepada beliau, niscaya engkau akan bertemu dan melihat Rasulullah saw, sekalipuin dalam suatu mimpi. Sebab Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang melihat dalam tidurnya, maka ia telah bertemu denganku seperti saat ia jaga, karena syaitan tidak dapat menyerupaiku walaupun dalam bentuk mimpi.” (Al-Hadits)

 

Syaikh itu melanjutkan, “Jadikanlah pikiran, perasaan, kesibukan dan cintamu dipenuhi dengan mengingat Rasulullah saw, sebagaimana engkau membayangkan kenikmatan seteguk air pada saat engkau merasakan dahaga. Tidak ada kebahagiaan dalam benakmu saat itu kecuali ingin berjumpa dengan air, hingga terbawa dalam mimpimu. Demikian pula halnya jika engkau ingin melihat Rasulullah saw, maka ingatlah akan beliau dengan selalu bershalawat padanya, serta mencintainya dengan segenap perasaan yang dalam hingga tercermin dengan melaksanakan dan menghidupkan sunnahnya, maka engkau akan dapat melihat Rasulullah saw.”

 

Melihat Rasulullah saw? Mau...? Yuk kita banyak bershalawat dan mengikuti sunnahnya....

Go to top