Sosial

Sosial

Sambutan Rektor Pada Acara Peresmian Kampus UIN Malang


semula berstatus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang, atas usul Bapak Menteri Agama, disetujui oleh Bapak Presiden, selanjutnya ditetapkan menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Menyertai perubahan itu, UIN Malang mendapatkan bantuan pembangunan fisik dari Islamic Development Bank (IDB), melalui pemerintah Republik Indonesia, dalam bentuk bangunan gedung secara menyeluruh, sejumlah 17 unit, dengan luas bangunan 71.475.71 m2. Bangunan tersebut berupa fasilitas perkantoran, ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, gedung kemahasiswaan, sport center dan asrama mahasiswa yang kami sebut Ma’had. Bangunan seluas itu menghabiskan biaya secara keseluruhan termasuk fasilitas laboratorium, sebesar US$34.379.000 atau setara dengan sekitar Rp. 350.000.000.000,- Pada kesempatan ini, kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Bapak Menteri Agama, Kepala Bapenas, Menteri Keungan, dan seluruh staf yang telah meneruskan permohonan kami, hingga bantuan IDB disetujui dan kini pembangunannya telah selesai. Secara khusus ucapan terima kasih, kami sampaikan kepada Presiden IDB, juga kepada semua pihak, yang telah ambil bagian dalam pembangunan kampus ini. Yaitu, kepada PT Adhi Karya yang telah melaksanakan pembangunan seluruh gedung sampai selesai, dengan sangat sempurna. Begitu juga kepada para Konsultan, pengawas dan auditor yang telah menjalankan tugas-tugasnya dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah swt., membalas kerja keras semua ini sebagai amal sholeh. Bapak Presiden beserta Ibu Hj.Any Bambang Yodhoyono dan seluruh undangan yang kami hormati; Bahwa salah satu amanah yang harus kami tunaikan, sehubungan dengan perubahan status sekolah tinggi menjadi Universitas adalah mengembangkan integrasi antara ilmu umum dan ilmu agama. Amanah itu tertuang dalam Keputusan Presiden tentang perubahan status dari bentuk Sekolah Tinggi menjadi Universitas. Langkah strategis yang kami lakukan, untuk menunaikan amanah tersebut adalah membangun format bangunan keilmuan yang bersifat integratif, yang tidak lagi membedakan antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum. Hal itu kami lakukan atas dasar pandangan, bahwa sesungguhnya al Qur’an dan hadits, bukan sebatas petunjuk pelaksanaan ritual dan spiritual belaka, melainkan memuat aspek-aspek kehidupan yang luas. Walaupun bersifat pokok dan global, sesungguhnya al Qur’an dan hadits telah berbicara tentang persoalan ekonomi, politik, hukum, sosial, dan juga ilmu pengetahuan. Al Qur’an juga mendorong umatnya untuk melakukan kajian terhadap jagat raya ini beserta seluruh isinya. Sebagai langkah untuk mengimplementasikan konsep integrasi keilmuan tersebut, maka secara kelembagaan kami bangun konsep baru, yaitu memadukan antara tradisi universitas dan sekaligus Ma’had al Aly atau pesantren tinggi. Selama ini perguruan tinggi dipercaya memiliki keunggulan dalam membangun sosok manusia yang memiliki kekuatan intelektual dan sekaligus profesional. Sedangkan instutusi pendidikan Ma’had al Aly, diyakini mampu membangun sosok manusia yang menyandang kedalaman spiritual dan keangunangan akhlak. Dengan memadukan dua jenis institusi pendidikan ini, kami berharap melahirkan lulusan yang pantas disebut sebagai ulama yang intelek profesional dan atau intelek profesional yang ulama. Sosok lulusan yang beridentitas seperti itu kami harap memiliki empat kekuatan, yaitu (1) kedalaman spiritual, (2) keagungan akhlak, (3) keluasan ilmu dan (4) kematangan profesional. Dengan konsep tersebut, seluruh mahasiswa pada tahun pertama, tanpa terkecuali diwajibkan bertempat tinggal di Ma’had al Aly sebagaimana santri Ma’had pada umumnya. Dan dengan bertambahnya fasilitas Ma’had, mulai tahun ini kewajiban masa bertempat tinggal di ma’had sudah mulai diperpanjang menjadi dua tahun. Di hadapan Bapak Presiden, Ibu Hj.Any Bambang Yudhoyono dan segenap undangan, dengan penuh bersyukur dan bangga, melalui konsep perpaduan lembaga pendidikan universitas dan Ma’had, setelah lembaga ini berubah menjadi universitas, telah dua kali menyelenggarakan wisuda. Ternyata wisudawan yang mendapatkan indek prestasi terbaik, pada semester yang lalu, diraih oleh mahasiswa Fisika. Ia hafal al Qur’an serta menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris. Demikian pula wisuda yang baru saja diselenggarakan, lulusan dari Jurusanm Matematika dan juga Fakultas Psikologi, mendapatkan nilai unggul dan juga hafal al Qur’an 30 Juz, serta mereka menguasai Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dengan baik. Melihat prestasi ini, kami sangat bangga, dan berharap ke depan akan lahir, dari pendidikan tingi Islam yang dikelola oleh bangsa ini, sebagai ulama’ yang sekaligus intelektual, dan atau intelektual sekaligus ulama’. Kehadiran sosok ulama’ seperti itu sesungguhnya tidak saja ditunggu-tunggu oleh kaum muslimin Indonesia, tetapi juga umat Islam di seluruh dunia ini. Yth. Bapak Presiden. Ibu Any Bambang Yudhoyono dan seluruh undangan yang kami hormati; Kehadiran Bapak Presiden, yang disaksikan oleh para pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah, para Ulama, atau para Kyai dari seluruh daerah Jawa Timur, Para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta se Jawa Timur, Pimpinan Perguruan Tinggi Islam Negeri se Indonesia, para tokoh masyarakat, pengusaha, dosen dan juga mahasiswa, dalam suasana yang sangat membahagiakan ini, perkenankan kami dengan segala kerendahan hati, mengajukan beberapa permohonan. Pertama, setelah memperhatikan bahwa semua UIN di Indonesia, telah memiliki nama, misalnya, UIN Jakarta bernama Syarif Hidayatullah, UIN Bandung bernama Sunan Gunung Jati, UIN Yogyakarta bernama Sunan Kalijaga, dan begitu juga lainnya. Nama UIN Jakarta Syarif Hidayatullah diberikan oleh Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bapak Dr. Ir.Soekarno, maka dengan segala hormat, kami memohon kepada Bapak Presiden Republik Indonesia saat ini, berkenan memberi nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Kami akan sangat bangga dan berterima kasih, dengan nama resmi pemberian dari Bapak Presiden. Saya yakin, nama resmi yang akan dianugerahkan langsung Bapak Presiden kepada Universitas Islam ini, akan dikenang oleh siapapun yang mengenali kampus ini, dari generasi ke generasi, tanpa putus. Atas perkenannya kami haturkan terima kasih. Kedua, kehadiran Bapak Presiden, kami memohon berkenan memberikan kata sambutan, dan sekaligus berkenan meresmikan penggunaan kampus UIN Malang yang baru saja selesai pembangunannya. Sekali lagi kami haturkan bahwa, kampus UIN Malang dengan format integrasi antara bentuk Universitas dan Ma’had Aly, antara ilmu agama dan ilmu umum, berharap agar menjadi model tersendiri, sehingga menghasilkan lulusan yang khas, ialah menjadi bibit-bibit pemimpin umat yang memiliki pribadi utuh. Pemimpin umat seperti itu, menurut pandangan kami, ditunggu-tunggu kehadirannya oleh umat Islam saat ini, apalagi di masa depan. Dalam kesempatan ini, kami laporkan pula kepada Bapak Presiden, bahwa ke depan kami akan melengkapi Universitas Islam Negeri Malang, dengan fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Teknik. Untuk maksud ini, kami telah menyiapkan lahan seluas 67 ha. Saat ini tanah seluas itu, sementara kami tanami pohon sengon laut, sejumlah 400.000 batang. Insya Allah, dari tanaman ini, lima tahun lagi, hasilnya akan kami gunakan sebagai modal pembangunan kampus II di lahan itu juga. Selanjutnya sebagai upaya mengejar ketertinggalan di bidang sains dan teknologi, selain bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Jawa Timur, kami bersama dengan 5 UIN di Indonesia, ---yaitu UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, UIN Pakanbaru, dan UIN Makassar, telah menandatangani naskah kerjasama dengan ITB atas dukungan dari Departemen Agama. Kerjasama yang kami lakukan meliputi bidang penelitian, pengembangan SDM dan dalam waktu dekat, kami bersama 5 UIN lainnya akan merintis pendidikan Politeknik, juga bekerjasama dengan ITB. Kami bertekat bekerja keras, menjadikan Universitas Islam Negeri ini bangkit dan maju, membangun manusia yang utuh, yang selalu berpegang pada kitab suci al Qur’an dan hadits Nabi, tetapi juga akrab dengan perkembangan sains dan teknologi. Kami tidak mau lagi disebut sebagai pihak yang selalu tertinggal, kami ingin maju bersama-sama, dengan perguruan tinggi yang maju lebih dahulu. Oleh sebab itu, kami dengan kerendahan hati pula, memohon dukungan dan sekaligus arahan dari Bapak Presiden. Akhirnya, atas nama seluruh warga kampus UIN Malang kami menghaturkan terima kasih yang mendalam kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Ibu Hj. Any Bambang Yudhoyono, Bapak Menteri Agama, dan seluruh undangan. Dan manakala dalam penyambutan kami terdapat berbagai kekurangan dan kekhilafan, kami mohon dimaafkan, dan atas perhatiannya terima kasih. Wassalamu alaikum wr. Wb.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

.

Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang