Sosial

Sosial

Insya Allah Akhirnya Gubernur Jawa Timur Dilantik


Apapun yang terjadi proses itu saat ini sudah sampai di akhir, dan pasangan calon Gubernur sudah dinyatakan terpilih dan kabarnya bahkan sudah ditanda-tangani Surat Keputusan Presiden tentang pengangkatannya. Jika sudah sampai pada tahap itu, dan apalagi undangan pelantikan sudah disebarkan, maka tinggal satu tahap lagi yaitu pelantikannya, yang direncanakan insya Allah hari Kamis, tanggal 12 Pebruari 2009 oleh Menteri Dalam Negeri. Selanjutnya usai itu, selesailah semua proses panjang pemilihan Gubernurt Jawa Timur. Kiranya semua orang mengetahui, memahami dan menyadari, betapa beratnya tugas itu dilaksanakan, baik oleh para calon gubernur, pemerintah Jawa Timur, maupun pihak-pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung, tatkala mendapatkan amanah untuk menunaikan tugas pemilihan itu. Sekalipun berat seperti apa, semua pihak menunaikan dengan sungguh-sungguh atas dasar niat untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi rakyat Jawa Timur khususnya dan bangsa Indonesia secara keseluruhan. Bagi para pasangan calon, tatkala bertekat untuk mendapatkan kemenangan adalah sewajarnya. Dalam segala permainan, siapapun peserta permainan, juga tidak terkecuali permainan politik, selalu menghendaki kemenangan. Untuk meraih kemenangan itu, masing-masing selalu menyusun strategi. Strategi apapun boleh dilakukan asalkan tidak menyalahi aturan main yang ada. Akhirnya permainan apapun berujung, ada yang terpilih dan ada yang tidak terpilih, yang menang dan ada yang kalah. Jika semua proses pemilihan itu sudah dijalankan sebagaimana aturan yang ada, apalagi sudah didasarkan atas niat baik dan mulia, yaitu sebagai bagian ibadah kepada Allah, maka baik yang kalah maupun yang menang, semestinya sudah sama-sama bahagia. Bagi yang kalah, sebelumnya sudah berniat ingin mengabdi kepada Allah, melalui pemerintahan Jawa Timur. Tapi akhirnya niat itu tidak terwujud, karena kalah dalam pemilihan. Sikap seperti itu, kiranya tidak sulit dibangun, karena telah memiliki keyakinan, bahwa segala sesuatu telah diputuskan oleh Allah. Sebagai seorang muslim dan muslimah insya Allah berkeyakinan, bahwa apa saja yang terjadi di dalam kehidupan ini, ----bahkan selembar daun kering pun yang jatuh, adalah selalu seijin Allah. Apalagi bilamana semua itu dikembalikan pada takdir, dan kita menerima takdir itu dengan ikhlas, maka di sanalah sesungguhnya letak ridha Allah yang sepanjang kehidupan ini selalu kita cari. Ada orang yang mendapatkan puncak keberhasilan hidup, yakni ridha Allah tatkala kalah dalam pemilihan, tetapi juga ada orang yang ridha Allah itu, diperoleh tatkala menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur. Islam tidak pernah mengajarkan pada semua orang agar menjadi gubernur, melainkan agama samawi ini mengajarkan agar umatnya mengejar ridha Allah. Sedangkan ridha Allah itu tempatnya ada di mana-mana, terbentang luas di berbagai lapangan kehidupan. Siapapun orangnya akan berhasil mendapatkannya jika usahanya sungguh-sungguh dan selalu mendasarkan pada hati yang ikhlas. Kekalahan maupun kemenangan pada hakekatnya adalah sama. Yaitu, sama-sama menyimpan hikmah. Hanya saja hikmah itu seringkali tidak mudah dikenali. Tetapi yang jelas hikmah itu pasti ada. Di dalam al Qur’an disebutkan bahwa Rabbana ma kholaqta hadza baathila. Oleh karena itu jika puncak keberhasilan itu adalah mendapatkan ridha Allah, maka tidak ada yang harus disesali, semua masih berpeluang mendapatkannya, baik yang saat ini akan menjadi gubernur, maupun yang kalah, dan bahkan juga bagi seluruh rakyat Jawa Timur, berpeluang mendapatkannya. Bagi yang menang, tentu saja di hadapannya masih ada amanah yang sedemikian besar, ialah memimpin rakyat Jawa Timur yang berjumlah tidak kurang dari 38 juta jiwa. Mereka semua memiliki harapan besar. Mereka telah memilih dan mempercayai atas kemampuan pilihannya. Rakyat Jawa Timur ada di perkotaan, di pedesaan, di gunung-gunung, di pinggir laut, dan bahkan juga ada yang di pulau-pulau kecil, terpencil. Mereka itu ada yang telah berpendidikan tinggi, tetapi juga sebaliknya ada yang masih belum mengenal huruf. Ada sebagian rakyat Jawa Timur yang telah sukses dalam bidang ekonomi, tetapi juga ada di antara mereka yang sebatas pekerjaan tetap saja belum memiliki. Penduduk Jawa Tiumur ada yang miskin, bodoh dan lemah. Di antara mereka itu juga ada yang memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang menang ini. Karena itu maka gubernur dan wakil gubernur di antaranya juga pilihan orang seperti itu, ialah yang mikin, lemah dan bodoh. Mereka semua berharap agar kehidupannya kelak menjadi lebih baik, dibanding sebelumnya. Rakyat Jawa Timur juga ada yang sudah sekian lama menderita. Rumah, kebun dan bahkan lapangan pekerjaannya hilang sebagai akibat terkena musibah lumpur lapindo Sidoarjo. Mereka juga menunggu-nunggu penyelesaian dari Gubernur dan Wakil Gubernur baru, agar hidup mereka normal kembali. Pekerjaan itu tentu tidak mudah dilaksanakan, tetapi harus mendapatkan perhatian yang saksama. Sudah barang tentu, manakala amanah itu ditunaikan sebaik-baiknya dengan sungguh-sungguh dan suasana batin yang tulus dan ikhlas, akan mendapatkan pertolongan dan sekaligus imbalan dari Allah swt., berupa ridha Nya itu. Memang jika niat menjadi gubernur hanya semata-mata ingin duduk di kursi gubernur dan wakil gubernur, rasanya memang tidak seimbang dengan betapa beratnya beban yang harus dipikul untuk mendapatkan kursi bergensi itu. Akan tetapi jika semua itu diniatkan sebagai bentuk pengabdian kepada rakyat yang sangat dicintai, sebagai bagian dari upaya mendapatkan ridha Allah, maka tidak akan ada sesuatu yang dirasakan sebagai beban berat. Beban berat seperti itu akan dirasakan segera berubah menjadi ringan manakala setelah proses panjang itu berhasil dibangun suasana hati yang damai, ikhlas, pikiran yang jernih, yang itu semua dijadikan modal untuk melakukan amal sholeh demi mendapatkan ridha-Nya. Selain itu, untuk membangun masyarakat Jawa Timur yang besar dan berat ini, banyak diperlukan sebagai modalnya. Di antaranya ialah kemampuan melihat ke depan yang jauh, hati yang lapang, besar dan luas. Suasana sabar, ikhlas, pandai bersyukur, amanah, istiqomah dan tawakkal seharusnya selalu menghiasi hati siapapun yang kebetulan mendapatkan amanah memimpin. Jika hal itu bisa dikembangkan oleh siapapun termasuk Gubernur dan Wakil Jawa Timur, yang telah dipercaya oleh rakyat, maka atas pertolongan dan petunjuk-Nya pula, amanah itu insya Allah akan berhasil ditunaikan sebaik-baiknya. Selanjutnya rakyat Jawa Timur dan bangsa Indonesia secara keseluruhan akan gembira dan bangga memiliki pemimpin tangguh pilihan rakyat dan juga ternyata selalu mendekat pada-Nya. Allahu a’lam.

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

.

Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang