Sosial

Sosial

Konflik di Lembaga Pendidikan


Banyak orang merasa gelisah tatkala keadaan tidak harmoni. Tetapi sementara ahli mengatakan bahwa konflik itu justru menguntungkan lembaga yang bersangkutan. Sebab, dengan terjadinya konflik maka akan terjadi dinamika internal organisasi. Konflik akan memaksa kelompok pimpinan dan juga anggota melaku kan fungsi dan perannya secara terbuka, demokratis dan saling menghormati di antara anggota komunitasnya. Konflik akan mencegah kebijakan yang bersifat menguntungkan sepihak dan sikap-sikap otoriter. Hanya saja menurut pandangan ahli di bidang organisasi, konflik yang melebihi kadarnya akan justru mengganggu dinamika organisasi itu sendiri. Persoalannya adalah bagaimana organisasi mampu menciptakan konflik yang produktif dan bukannya yang kontraproduktif itu. Lembaga pendidikan dijadikan oleh para siswa atau mahasiswa sebagai wahana mematangkan diri, baik intelektual, emosional, spiritual dan sosialnya, maka membutuhkan suasana yang selalu dinamis dan inovatif. Guru atau dosen bukan manusia yang selalu benar, maksum atau suci dari dosa atau kesalahan. Mereka bukan nabi atau apalagi seorang rasul. Posisi mereka adalah sebagai manusia biasa, yang tidak akan luput dari sifat salah dan lupa. Sehingga, pertanyaan yang perlu dijawab adalah bagaimana membangun budaya sekolah dan atau kampus yang dinamis dan inovatif itu, tetapi tetap mampu menjaga iklim yang diperlukan bagi pendidikan. Artinya, apapapun keadaannya,---- mungkin terjadi konflik, tetapi masih tepat untuk menyemaikan sifat-sifat unggul yang harus disandang oleh para siswa dan atau mahasiswa yang sedang belajar di sana? Suasana atau iklim demokratis seperti : berbeda tanpa merasa bermusuhan atau dimusuhi, bersatu dan saling meyayangi tetapi juga tidak mengganggu munculnya sikap kritis, terdapat kelompok yang berposisi di atas, tetapi juga tidak memaksa dan merasa menguasai yang di bawah, dan sebaliknya terdapat kelompok yang di bawah tetapi juga tidak merasa dieksploitasi oleh mereka yang sedang di atas dan suasana-suasana semacam itu lainnya, rasanya cocok dikembangkan di dunia pendidikan. Suasana yang dibangun hendaknya bagaikan permainan olah raga professional, yaitu fair, terbuka dan sportif, ingin menang tetapi harus mengikuti aturan main yang objektif, menjaga korp, sportif dan semacamnya kiranya perlu dikembangkan dalam alam kehidupan, tak terkecuali dalam alam lembaga pendidikan Islam. Wallahu a’lam

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang