Tafsir

Tafsir

020 – THAAHAA 135 AYAT : MAKKIYYAH


1

Thaahaa.

Thaahaa; Termasuk huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian daripada surat-surat Al-Qur'an, ialah huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan sebagian dari surat-surat Al-Qur'an seperti: Alif laam miim, Alif laam raa, Alif laam miim shaad dan sebagainya. Diantara Ahli-ahli tafsir ada yang menyerahkan pengertiannya kepada Allah karena dipandang Termasuk ayat-ayat Mutasyabihat, dan adapula yang menafsirkannya. Golongan yang menafsirkannya ada yang memandangnya sebagai nama surat, dan adapula yang berpendapat bahwa huruf-huruf abjad itu gunanya untuk menarik perhatian Para Pendengar supaya memperhatikan Al-Qur'an itu, dan untuk mengisyaratkan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dari Allah dalam bahasa Arab yang tersusun dari huruf-huruf abjad. Kalau mereka tidak percaya bahwa Al-Qur'an diturunkan dari Allah dan hanya buatan Muhammad Saw semata-mata, maka cobalah mereka buat semacam Al-Qur'an itu.

2

Kami tidak menurunkan Al-Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah,

3

Tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah),

4

Yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

5

(Yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah, yang bersemayam diatas `Arsy.

Bersemayam diatas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucian-Nya.

6

Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang diantara keduanya dan semua yang dibawah tanah.

7

Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi.

Lebih tersembunyi; maksud ayat ini ialah tidak perlu mengeraskan suara dalam mendoa, karena Allah mendengar semua doa itu walaupun diucapkan dengan suara rendah.

8

Dia-lah Allah, Tidak Ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al Asmaaul Husna (Nama-nama yang baik).

9

Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?.

10

Ketika ia melihat api, lalu berkatalah ia kepada keluarganya: "tinggallah kamu (disini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit daripadanya kepadamu atau aku akan mendapat petunjuk ditempat api itu".

11

Maka ketika ia datang ketempat api itu ia dipanggil: "hai Musa.

12

Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka tanggalkanlah kedua terompahmu. Sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.

13

Dan Aku telah memilih kamu maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).

14

Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Tidak Ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah Shalat untuk mengingat Aku.

15

Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.

16

maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan daripadanya oleh orang yang tidak beriman kepadanya dan oleh orang yang mengikuti hawa nafsunya, yang menyebabkan kamu jadi binasa".

17

Apakah itu yang ditangan kananmu, hai Musa?.

18

Berkata Musa: "ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya dan aku pukul (daun) dengannya untuk kambingku dan bagiku ada lagi keperluan yang lain padanya".

19

Allah berfirman: "lemparkanlah ia, hai Musa!".

20

Lalu dilemparkannyalah tongkat itu maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat.

21

Allah berfirman: "peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,

22

Dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacad, sebagai mu'jizat yang lain (pula),

23

Untuk Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Kami yang sangat besar,

24

Pergilah kepada Fir'aun; Sesungguhnya ia telah melampaui batas".

25

Berkata Musa: "ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,

Lapangkanlah untukku dadaku; Nabi Musa a.s. memohon kepada Allah agar dadanya dilapangkan untuk menghadapi Fir'aun yang terkenal sebagai seorang raja yang kejam.

26

Dan mudahkanlah untukku urusanku,

27

Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,

28

Supaya mereka mengerti perkataanku,

29

Dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,

30

(Yaitu) Harun, saudaraku,

31

Teguhkanlah dengan dia kekuatanku,

32

Dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku,

33

Supaya kami banyak bertasbih kepada Engkau,

34

Dan banyak mengingat Engkau.

35

Sesungguhnya Engkau adalah Maha Melihat (keadaan) kami".

36

Allah berfirman: "sesungguhnya telah diperkenankan permintaanmu, hai Musa".

37

Dan sesungguhnya Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain.

38

Yaitu ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatu yang di ilhamkan,

39

Yaitu: "letakkanlah ia (Musa) didalam peti, kemudian lemparkanlah ia ke sungai (Nil) maka pasti sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh-Ku dan musuhnya. Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang yang datang dari-Ku dan supaya kamu diasuh dibawah pengawasan-Ku".

Datang dari-Ku; maksudnya, Setiap orang yang memandang Nabi Musa a.s. akan merasa kasih sayang kepadanya.

40

(Yaitu) ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu ia berkata kepada (keluarga Fir'aun): "bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?". Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia, lalu Kami selamatkan kamu dari kesusahan dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan hai Musa,

Membunuh seorang manusia; Yang dibunuh Musa a.s. ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15:

‘Dan Musa masuk ke kota (memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya didalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi, yang seorang dari golongannya (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata: "ini adalah perbuatan syaitan sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)’

Penduduk Madyan; Nabi Musa a.s. datang ke negeri Madyan untuk melarikan diri, disana dia dikawinkan oleh Nabi Syuaib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

Menurut waktu yang ditetapkan; maksudnya, Nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan.

41

Dan Aku telah memilihmu untuk diri-Ku.

Memilihmu untuk diri-Ku; maksudnya, memilih untuk menjadi Rasul-Ku.

42

Pergilah kamu beserta saudaramu dengan membawa ayat-ayat-Ku dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.

43

Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.

44

Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut".

45

Berkatalah mereka berdua: "ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas".

Menyiksa; Bani Israil diwaktu mereka berada di Mesir adalah dibawah perbudakan Fir'aun. Mereka dipekerjakan untuk mendirikan Bangunan-bangunan yang besar dan kota-kota dengan kerja paksa. Maka Nabi Musa a.s. meminta kepada Fir'aun agar mereka dibebaskan.

46

Allah berfirman: "janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya aku beserta kamu berdua, aku mendengar dan melihat".

47

Maka datanglah kamu berdua kepadanya (Fir'aun) dan katakanlah: "sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.

48

Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling".

Mendustakan; maksudnya, mendustakan ajaran-ajaran dan petunjuk-petunjuk yang dibawa oleh Rasul.

Berpaling; maksudnya, tidak memperdulikan ajaran dan petunjuk-petunjuk Rasul.

49

Berkata Fir'aun: "maka siapakah Tuhanmu berdua, hai Musa?.

Siapakah Tuhanmu berdua; Setelah Nabi Musa a.s. dan Nabi harus a.s mendapat perintah dari Allah SWT. Pergilah mereka kepada Fir'aun dan terjadilah soal-jawab sebagai yang disebutkan pada ayat 49 dan ayat berikutnya.

50

Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.

Memberinya petunjuk; maksudnya, memberikan akal, instink (naluri) dan kodrat alamiyah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.

51

Berkata Fir'aun: "maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?".

52

Musa menjawab: "pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, didalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa".

Didalam sebuah kitab; maksudnya, Lauh Mahfuzh.

53

Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.

54

Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.

Tanda kekuasaan; Yang dimaksud dengan tanda-tanda disini ialah tanda-tanda kenabian Musa di surat Al Isra'. Pada Pertemuan antara Nabi Musa a.s. dengan Fir'aun ini, yang diperlihatkan baru dua, yaitu tongkat Nabi Musa a.s. menjadi ular dan tangannya menjadi putih cemerlang.

55

Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain.

56

Dan sesungguhnya Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda kekuasaan Kami semuanya maka ia mendustakan dan enggan (menerima kebenaran).

57

Berkata Fir'aun: "adakah kamu datang kepada Kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, hai Musa?.

58

Dan kamipun pasti akan mendatangkan (pula) kepadamu sihir semacam itu maka buatlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu, yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak (pula) kamu disuatu tempat yang pertengahan (letaknya)".

59

Berkata Musa: "waktu untuk pertemuan (kami dengan) kamu itu ialah dihari raya dan hendaklah dikumpulkan manusia pada waktu matahari sepenggalan naik".

60

Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu mengatur tipu dayanya, kemudian dia datang.

Mengatur tipu dayanya; maksudnya, setelah Fir'aun mengatur tipu dayanya dan waktu untuk Pertemuan telah datang yaitu hari raya, maka Fir'aun bersama Pengikut-pengikutnya datanglah ketempat yang ditentukan itu.

61

Berkata Musa kepada mereka: "celakalah kamu, janganlah kamu mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, maka Dia membinasakan kamu dengan siksa". Dan sesungguhnya telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan.

62

Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka diantara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan (mereka).

63

Mereka berkata: "sesungguhnya dua orang ini adalah benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kamu dari negeri kamu dengan sihirnya dan hendak melenyapkan kedudukan kamu yang utama.

Melenyapkan kedudukan; maksudnya, kedatangan Musa a.s dan Harun a.s. ke Mesir itu ialah hendak menggantikan kamu sebagai penguasa di Mesir. Sebagian ahli tafsir mengartikan thariqah disini dengan keyakinan (agama).

64

Maka himpunkanlah segala daya (sihir) kamu sekalian, kemudian datanglah dengan berbaris dan sesungguhnya beruntunglah orang yang menang pada hari ini.

Beruntunglah; maksud hari ini ialah hari berlangsungnya pertandingan.

65

(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: "hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?".

66

Berkata Musa: "silakan kamu sekalian melemparkan", Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.

67

Maka Musa merasa takut dalam hatinya.

68

Kami berkata: "janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).

69

Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka) dan tidak akan menang tukang sihir itu, darimana saja ia datang".

70

Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: "kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa".

71

Berkata Fir'aun "apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa diantara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya".

Bertimbal balik; maksudnya, tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.

72

Mereka berkata: "kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mu'jizat), yang telah datang kepada Kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja.

73

Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami melakukannya. Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)".

74

Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahannam. Ia tidak mati didalamnya dan tidak (pula) hidup.

Tidak (pula) hidup; maksud tidak mati ialah dia selalu merasakan azab dan maksud tidak hidup ialah hidup yang dapat dipergunakannya untuk bertaubat.

75

Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia),

76

(Yaitu) Surga `Adn yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

77

Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: "pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) dimalam hari maka buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)".

Jalan yang kering dilaut; Membuat jalan yang kering didalam laut itu ialah dengan memukul laut itu dengan tongkat. Lihat ayat 63 surat Asy Syu'araa:

‘Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar’

78

Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

79

Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.

80

Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) disebelah kanan gunung itu dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian Manna dan Salwa.

Sebelah kanan; Sebahagian ahli Tarsir menafsirkan Al Aiman dengan yang diberkati.

Gunung itu; Yang dimaksud dengan gunung itu disini ialah gunung Sinai.

Manna dan salwa; Yang bermunajat dengan Allah ialah Nabi Musa a.s.tetapi disini disebut kamu sekalian karena manfaat munajat itu kembali kepada Nabi Musa a.s. dan Bani Israil kesemuanya. Perjanjian yang dijanjikan itu ialah untuk bermunajat dan menerima Taurat.

Manna ialah makanan manis sebagai madu.

Salwa ialah burung sebangsa puyuh.

81

Makanlah diantara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaan-Ku maka sesungguhnya binasalah ia.

82

Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap dijalan yang benar.

83

Mengapa kamu datang lebih cepat daripada kaummu, hai Musa?.

84

Berkata Musa: "itulah mereka sedang menyusuli aku dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Tuhanku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku)".

85

Allah berfirman: "maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan dan mereka telah disesatkan oleh Samiri.

Disesatkan oleh Samiri; Samiri ialah seorang dan Bani Israil dari suku Assamirah.

86

Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Berkata Musa: "hai kaumku, bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik?. Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagimu atau kamu menghendaki agar kemurkaan dari Tuhanmu menimpamu, lalu kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?".

87

Mereka berkata: "kami sekali-kali tidak melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu maka kami telah melemparkannya dan demikian pula Samiri melemparkannya",

Samiri melemparkannya; maksudnya, mereka disuruh membawa perhiasan dari emas kepunyaan orang-orang Mesir. Lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lobang untuk dijadikan patung berbentuk anak lembu. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri.

88

Kemudian Samiri mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak lembu yang bertubuh dan bersuara, maka mereka berkata: "inilah Tuhanmu dan Tuhan Musa, tetapi Musa telah lupa".

Bertubuh dan bersuara; Mereka membuat patung anak lembu dari emas. Para mufassirin berpendapat bahwa patung itu tetap patung tidak bernyawa dan suara yang seperti lembu itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan tekhnik yang dikenal oleh Samiri waktu itu dan sebagian mufassirin ada yang menafsirkan bahwa patung yang dibuat dari emas itu kemudian menjadi tubuh yang bernyawa dan mempunyai suara lembu.

89

Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan ?.

90

Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya: "hai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengan anak lembu itu dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Tuhan) yang Maha Pemurah maka ikutilah aku dan taatilah perintahku".

91

Mereka menjawab: "kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini, hingga Musa kembali kepada kami.

92

Berkata Musa: "hai Harun, apa yang menghalangi kamu ketika kamu melihat mereka telah sesat,

93

(Sehingga kamu tidak mengikuti aku?. Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?",

94

Harun menjawab: "hai putera ibuku janganlah kamu pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): "kamu telah memecah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku".

95

Berkata Musa: "apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) hai Samiri?"

96

Samiri menjawab: "aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak mengetahuinya maka aku ambil segenggam dari jejak Rasul lalu aku melemparkannya dan demikianlah nafsuku membujukku".

Jejak Rasul; Yang dimaksud dengan jejak Rasul disini ialah ajaran-ajarannya. Menurut faham ini Samiri mengambil sebahagian dari ajaran-ajaran Musa kemudian dilemparkannya ajaran-ajaran itu sehingga dia menjadi sesat. Menurut sebahagian ahli tafsir yang dimaksud dengan jejak Rasul ialah jejak telapak kuda Jibril a.s. artinya Samiri mengambil segumpal tanah dari jejak itu lalu dilemparkannya ke dalam logam yang sedang dihancurkan sehingga logam itu berbentuk anak sapi yang mengeluarkan suara.

97

Berkata Musa: "pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu didalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan: "janganlah menyentuh (aku)". Dan sesungguhnya bagimu hukuman (di akhirat) yang kamu sekali-kali tidak dapat menghindarinya dan lihatlah Tuhanmu itu yang kamu tetap menyembahnya. Sesungguhnya Kami akan membakarnya, kemudian Kami sungguh-sungguh akan menghamburkannya kedalam laut (berupa abu yang berserakan).

Janganlah menyentuh (aku); maksudnya, supaya Samiri hidup terpencil sendiri sebagai hukuman di dunia. Dan sebagai hukuman di akhirat, ia akan ditempatkan di didalam neraka.

98

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang Tidak Ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu".

99

Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Qur'an).

100

Barangsiapa berpaling daripada Al-Qur'an maka sesungguhnya ia akan memikul dosa yang besar dihari kiamat,

101

Mereka kekal didalam keadaan itu dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka dihari kiamat.

102

(Yaitu) dihari (yang diwaktu itu) ditiup Sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram.

Ditiup sangkakala; maksudnya, tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.

103

Mereka berbisik-bisik diantara mereka: "kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)".

104

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya diantara mereka: "kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja".

Paling lurus jalannya; Yang dimaksud dengan lurus jalannya, ialah orang yang agak lurus pikirannya atau amalannya diantara orang-orang yang berdosa itu.

105

Dan mereka bertanya kepadamu tentang gunung-gunung maka katakanlah: "Tuhanku akan menghancurkannya (dihari kiamat) sehancur-hancurnya,

106

Maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,

107

Tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.

108

Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru dengan tidak berbelok-belok dan merendahlah semua suara kepada Tuhan yang Maha Pemurah maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

Penyeru; Yang dimaksud dengan penyeru disini ialah Malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah.

109

Pada hari itu tidak berguna Syafa'at, kecuali (Syafa'at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya dan Dia telah meridhai perkataannya.

Tidak berguna syafa'at; Syafa'at: usaha perantaraan dalam memberikan sesuatu manfaat bagi orang lain atau mengelakkan sesuatu mudharat bagi orang lain. Syafa'at yang tidak diterima di sisi Allah adalah syafa'at bagi orang-orang kafir.

110

Dia mengetahui apa yang ada dihadapan mereka dan apa yang ada dibelakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

111

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan yang hidup kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

112

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

113

Dan demikianlah Kami menurunkan Al-Qur'an dalam bahasa Arab dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali didalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al-Qur'an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

114

Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al-Qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah: "ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan".

Mewahyukannya kepadamu; maksudnya, Nabi Muhammad Saw dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad Saw menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

115

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

Perintahkan; Perintah Allah ini tersebut dalam ayat 35 surat Al Baqarah.

‘Dan Kami berfirman: "hai Adam diamilah oleh kamu dan isterimu Surga ini dan makanlah makanan-makanannya yang banyak, lagi baik, dimana saja yang kamu sukai dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim’

116

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada Malaikat: "sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis, ia membangkang.

117

Maka Kami berkata: "hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari Surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.

118

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan didalamnya dan tidak akan telanjang.

119

Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari didalamnya"

120

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya dengan berkata: "hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?"

Pohon Khuldi; Pohon itu dinamakan Syajaratul Khuldi (pohon kekekalan), karena menurut syaitan, orang yang memakan buahnya akan kekal, tidak akan mati, pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al-Qur'an dan Hadits tidak menerangkannya. Ada yang menamakan pohon Khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.

121

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) Surga dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.

Durhakalah Adam; Yang dimaksud dengan durhaka disini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, dengan tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud dengan sesat ialah mengikuti apa yang dibisikkan syaitan. Kesalahan Adam a.s. meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam a.s. dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang bagaimanapun kecilnya.

122

Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk.

Tuhannya memilihnya; maksudnya, Allah memilih Nabi Adam a.s. Untuk menjadi orang yang dekat kepada-Nya.

123

Allah berfirman: "turunlah kamu berdua dari Surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.

124

Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

125

Berkatalah ia: "ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?".

126

Allah berfirman: "demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami maka kamu melupakannya dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan".

127

Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan sesungguhnya azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.

128

Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu?. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

129

Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan dari Allah yang telah terdahulu atau tidak ada ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) menimpa mereka.

130

Maka sabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu dimalam hari dan pada waktu-waktu disiang hari, supaya kamu merasa senang.

131

Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal.

132

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan Shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

133

Dan mereka berkata: "mengapa ia tidak membawa bukti kepada kami dari Tuhannya?", dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut didalam kitab-kitab yang dahulu?.

134

Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum Al-Qur'an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata: "ya Tuhan kami, mengapa tidak Engkau utus seorang Rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayat Engkau sebelum kami menjadi hina dan rendah?".

135

Katakanlah: "masing-masing (kita) menanti maka nantikanlah oleh kamu sekalian! maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk".