Langkah-langkah PTK Model Cohen dkk

 

Bagaimana langkah-langkah yang harus ditempuh bila guru yang berperan sebagai peneliti mau melaksanakan PTK? Apakah ada aturan-aturan yang harus ditaati atau dilaksanakan saat  penelitian?  Rumitkah?  Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali muncul dalam pikiran guru, yang kadang-kadang membuat takut sebelum melangkah untuk merencanakan PTK.

Penelitian Tindakan Kelas di SD 13

 

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

 

Saat melaksanakan PTK, peneliti harus mengikuti langkah-langkah tertentu agar proses yang ditempuh tepat, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Dalam modul ini disampaikan 2 model yang dikembangkan  oleh beberapa ahli penelitian yaitu  (1) Cohen dan Manion (1980),  Taba  dan  Noel (1982), serta Winter (1989),  (2) Kemmis dan Mc Taggart.

 

 

Dari model (1) ada beberapa langkah yang hendaknya diikuti dalam melakukan PTK (disarikan dari Marzuki: 1997 dan Suwarsih: 1994). Beberapa langkah tersebut adalah sebagai berikut.

1.   Mengidentifikasi dan merumuskan masalah

 

Mengidentifikasi  dan  merumuskan  masalah  yang  dianggap  penting  dan kritis yang harus segera dicarikan penyelesaian dalam pembelajaran sehari- hari, antara lain meliputi ruang lingkup masalah, identifikasi masalah dan perumusan masalah.

a.   Ruang lingkup masalah

 

Di bidang pendidikan, PTK telah digunakan untuk pengembangan kurikulum  dan  program  perbaikan  sekolah.  Contoh                                               PTK  dalam pembelajaran berkaitan dengan:

1)  metode/strategi pembelajaran;

 

2)  media pembelajaran. b.   Identifikasi masalah

Masalah yang akan diteliti memang ada dan sering     muncul selama proses pembelajaran sehari-hari sehingga perlu dicarikan penyelesaian. Ada beberapa kriteria dalam menentukan masalah yaitu:

1)   masalahnya memang penting dan sekaligus signifikan dilihat dari segi pengembangan kelas dan sekolah;

2)   masalah hendaknya dalam jangkauan penanganan;

 

3) pernyataan masalahnya harus mengungkap beberapa dimensi fundamental mengenai                       penyebab      dan              faktor, sehingga pemecahannya dapat dilakukan berdasar hal-hal fundamental ini

dari pada berdasarkan fenomena dangkal.

 

 

 

14 Penelitian Tindakan Kelas di SD

 

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

 

c.   Perumusan masalah

 

Pada intinya, rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Dalam merumuskan masalah PTK, ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai acuan yang disarikan dari Suyanto (1997) dan Sukarnyana (1997). Beberapa petunjuk tersebut antara lain:

1)   masalah  hendaknya  dirumuskan  secara  jelas,  dalam  arti  tidak

 

mempunyai makna ganda dan pada umumnya dapat dituangkan dalam kalimat tanya;

2)   rumusan  masalah  hendaknya  menunjukkan  jenis  tindakan  yang akan dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain;

3)   rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut.

2.   Analisis masalah

 

Analisis   masalah   perlu  dilakukan  untuk   mengetahui   dimensi-dimensi problem yang ada untuk mengidentifikasi aspek-aspek pentingnya sehingga dapat memberikan penekanan tindakan.

3.   Merumuskan hipotesis tindakan

 

Hipotesis dalam PTK bukan hipotesis perbedaan atau hubungan, melainkan hipotesis tindakan.                 Rumusan    hipotesis     tindakan    memuat     jawaban sementara terhadap persoalan yang diajukan dalam PTK. Jawaban itu masih bersifat teoritik dan dianggap benar sebelum terbukti salah melalui pembuktian dengan menggunakan data dari PTK.

4.   Membuat rencana tindakan dan pemantauan

 

Rencana tindakan memuat informasi-informasi tentang hal-hal sebagai berikut:

a.   apa  yang  diperlukan  untuk  menentukan  kemungkinan  pemecahan

 

masalah yang telah dirumuskan;

 

b.   alat-alat dan teknik yang diperlukan untuk mengumpulkan data;

 

c.   rencana pencatatan data dan pengolahannya;

 

d.   rencana untuk melaksanakan tindakan dan evaluasi hasil.

 

Penelitian Tindakan Kelas di SD 15

 

Paket Fasilitasi Pemberdayaan KKG/MGMP Matematika

 

5.   Pelaksanaan tindakan dan pencatatan

 

Pelaksanaan tindakan yang telah direncanakan hendaknya cukup fleksibel untuk  mencapai  perbaikan  yang  diinginkan.  Dalam  hal  ini  jika  sesuatu terjadi dan memerlukan perubahan karena tuntutan situasi (pada saat pelaksanaan tindakan), maka peneliti hendaknya siap melakukan perubahan asal perubahan tersebut mendukung tercapainya tujuan PTK. Pada saat pelaksanaan tindakan berarti pengumpulan data mulai dilakukan. Data yang dikumpulkan  mencakup  semua  yang  dilakukan  oleh            tim  peneliti  yang terkait   dalam   PTK,   antara   lain  melalui   angket,   catatan  lapangan, wawancara, rekaman video, foto, dan slide.

6.   Mengolah dan menafsirkan data

 

Isi semua catatan hendaknya dilihat dan dijadikan landasan untuk refleksi. Dalam hal ini peneliti harus membandingkan isi catatan yang dilakukan tim untuk       menentukan    hasil        temuan.            Semua            yang               terjadi baik         yang direncanakan maupun yang tidak direncanakan perlu dianalisis untuk menentukan apakah ada perubahan yang signifikan ke arah perbaikan.

7.   Pelaporan hasil

 

Hasil dari analisis data dilaporkan secara lengkap tentang pelaksanaan tindakan  yang  telah  direncanakan  maupun  perubahan  yang  mungkin terjadi.

Go to top