PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU

 

Langkah Praktis Pelaksanaan PTK

1.   Merasakan Adanya Masalah

Untuk dapat merasakan adanya masalah terdapat beberapa tahap yang harus kita lakukan seperti (1) Merasakan ketidakpuasan terhadap pembelajaran yang telah dilakukan; (2) Berfikir balik untuk melihat sisi lemah pembelajaran; (3) Ada kemauan untuk memecahkannya

Berikut contoh masalah yang biasa ada di lapangan seperti : (1) Rendahnya hasil belajar siswa,  (2)  Rendahnya   motivasi  belajar  siswa;  (3)  PBM  terkesan  membosankan; (4) Kurangnya keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat; (5) Kurangnya keberanian siswa untuk bertanya

 

 

2.   Identifikasi Masalah

Dalam mengidentifikasi masalah hendaknya ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu: (1) Tanya pada diri sendiri tentang PBM yang telah dilakukan (2) Daftar masalah- masalah yang dirasakan atau dialami. Masalah bisa datang dari guru, siswa, metoda, media dan situasi pembelajaran.

 

3.   Analisis Masalah

Pemilihan topik masalah, antara lain (1) Pilih masalah yang dirasakan paling mendesak bagi guru dan siswa: (2) Pilih masalah yang mampu diselesaikan oleh guru (3) pilih masalah yang skalanya kecil dan terbatas.

 

 

4.   Perumusan Masalah Penelitian

Rumusan masalah hendaknya ditulis dengan jelas, singkat dan operasional, rumusan masalah ditulis boleh dalam bentuk kalimat tanya  ataupun dalam bentuk pertanyaan. Contoh: Apakah proses pembelajaran mengapresiasi puisi melalui pendekatan kontekstual di kelas IX -2 akan meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa ?

 

 

5.   Tindakan Sebagai Alternatif Cara Pemecahan Masalah

Dalam mencari alternatif tindakan sebagai upaya pemecahan masalah hendaknya pilih alternatif tindakan yang diduga benar-benar dapat memecahkan masalah dan memiliki landasan teori yang  mantap. Alternatif tindakan disusun dalam bentuk perencanaan / persiapan pembelajaran.

 

 

6.   Perencanaan Observasi

Yang  menjadi  fokus  observasi  meliputi  aspek-aspek  yang   diamati,  siapa  pelaku

(observernya) metode observasi apa yang digunakan dan cara pelaksanaannya.

 

 

7.   Pelaksanaan Tindakan

Laksanakan tindakan yang telah direncanakan dalam bentuk pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Pelaksanaan tindakan pembelajaran diikuti oleh pelaksanaan observasi dengan semua hal yang telah disepakati sebelumnya. Perlu diperhatikan dalam melaksanakan observasi hendaknya tidak bersifat menilai tetapi usahakan bersifat mendukung, tetapi merekam dan mencatat semua yang terjadi dalam pembelajaran, terutama  hal-hal  yang  telah  disepakati  bersama  dalam  rangka  pengumpulan  data. Setelah selesai pelaksanaan observasi dan data terkumpul usahakan sesegera mungkin berikan rekaman data kepada pelaku tindakan serta lakukan diskusi balikan. Demikian pula dalam melakukan diskusi balikan usahakan tidak bersifat menilai, tidak menyebar luaskan tentang kelemahan-kelemahan yang mungkin terjadi dan tidak mengintervensi secara langsung.

 

 

8.   Analisis dan Refleksi

Data yang terkumpul diolah, disederhanakan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau yang lainnya. Analisislah data tersebut dan diskusikan, kaji ulang bersama-sama tentang kelebihan dan kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran yang terekam dalam

 

data tersebut, lalu deskripsikan, Akan lebih baik lagi kalau deskripsikan dalam bentuk laporan setiap siklus pembelajaran

 

 

9.   Perencanaan Tindakan Ulang

Hasil kegiatan kaji ulang dan refleksi,gunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun perencanaan tindakan berikutnya yang dikemas dalam bentuk perencanaan / skenario pembelajaran berikutnya. Kelebihan-kelebihan yang sudah muncul pertahankan, sebaliknya kelemahan-kelemahan yang masih terjadi carilah alternatif tindakan lain.

 

 

10. Pelaksanaan Tindakan berikutnya

Lakukan tindakan berikutnya melalui pelaksanaan proses pembelajaran seperti yang telah direncanakan sebelumnya, demikian pula dengan pelaksanaan observasi yang selalu menyertai setiap pelaksanaan tindakan. Demikian pula seterusnya, misalnya kumpulkan data, olah data, sederhanakan data, analisis dan refleksikan secara bersama-sama. Jika sudah dapat melaksanakan tahapan-tahapan seperti menyusun persiapan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang diikuti pelaksanaan observasi, mengolah data, menyederhanakan  data,  menganalisis  dan  mengkaji  ulang  atau  refleksikan  secara bersama-sama yang diteruskan dengan penyusunan persiapan pembelajaran berikutnya, maka kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan seperti ini sudah dikatakan bahwa yang bersangkutan telah melakukan penelitian tindakan kelas.

 

 

11. Draft  Laporan

Untuk  mendapat  pengakuan  dan  penghargaan  terhadap  apa  yang  telah  Ibi  /  bapak lakukan, lebih jauh agar diakui sebagai bentuk karya tulis yang kelak diakui sebagai salah satu  syarat  bagi  kenaikan  pangkat,  maka  buatlah  laporannya  dan  seminarkan  dalam rangka   penyebarluasan   serta   untuk   mendapat   nilai   kumulatif   yang   lebih   tinggi. Berikut format laporan PTK yang telah diakui sebagai bentuk karya tulis di lingkungan Dinas Pendidikan

 

 

Bagian  Pembuka:

-     Halaman Judul

-     Lembar Pengesahan

-     Abtrak

-     Kata Pengantar

-     Daftar Isi

-     Daftar Tabel, Gambar, Grafik, Bagan, Lampiran

 

 

Bagian Isi

Bab  I  Pendahuluan

 

A.  Latar belakang masalah

B.  Permasalahan

C.  Tindakan yang dilakukan

D.  Hipotesa Tindakan

E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

F.  Lingkup Penelitian

 

 

Bab II Kajian  Teori

 

 

Bab III Metodologi Penelitian

A.  Setting dan karakteristik penelitian

B.  Prosedur Penelitian

1.   Gambaran umum penelitian

2.   Rincian presedur penelitian a.   Persiapan Tindakan

b.   Implementasi Tindakan c.   Observasi dan Evaluasi d.   Analisis dan Refleksi

 

 

Bab IV Data Hasil Penelitian dan Pembahasan

 

 

Bab V Kesimpulan dan saran

A.  Kesimpulan

B.  Saran

 

 

Bagian  Penutup

-     Daftar Pustaka

-     Lampiran-lampiran

-     Curriculum vitae peneliti

 

 

12.  Proposal PTK

Telah kita ketahui bersama bahwa untuk dapat melakukan sesuatu dengan baik, maka sebaiknya       kita                   membuat             perencanaan    yang    baik.    Demikian    pula    untuk   dapat melaksanakan penelitian tindakan kelas sangat baik bila kita membuat lebih dulu proposal

 

 

Format Proposal PTK Bagian  Pembuka

-     Halaman Judul

-     Lembar Pengesahan

 

-     Kata Pengantar

-     Daftar Isi

-     Daftar Lampiran

 

 

Bagian Isi

A.  Judul

B.  Latar belakang dan rumusan masalah

1.   Latar Belakang Masalah

2.   Rumusan Masalah

3.   Cara Pemecahan Masalah

C.  Hipotesa Tindakan

D.  Tujuan dan Manfaat Penelitian a.   Tujuan Penelitian

b.   Manfaat Penelitian

E.  Kerangka Teori

F.  Rencana Penelitian

a.   Setting dan karakteristik Subjek Penelitian b.   Faktor-farktor yang diteliti

c.   Rencana Tindakan

i.  Tahap Perencanaan Tindakan ii.   Tahap Pelaksanaan Tindakan iii.   Tahap Observasi dan Evaluasi iv.  Tahap Analisis dan Refleksi

d.   Data dan cara Pengumpulan Data e.   Indikator Kinerja

f.    Tim Peneliti

G.  Langkah Kegiatan Penelitian

H.  Jadwal Penelitian

I.    Rencana Anggaran

 

 

Bagian  Penutup

-     Daftar  Pustaka

-     Lampiran-lampiran

-     Curriculum vitae peneliti

 

 

Untuk  lebih  memudahkan  dalam  penyusunan  proposal  PTK  berikut  ini  dideskripsikan pedoman penyusunan proposal PTK

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pedoman Penyusunan Proposal PTK

 

 

A.  Judul

Formulasi judul PTK hendaknya singkat, jelas dan sederhana namun tetap memuat tiga unsur utama, yaitu permasalahan, cara pemecahan masalah, setting

Contoh:

Upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi melalui pendekatan pembelajaran kontekstual di kelas IX-2 SMP Negeri 12 Bekasi

 

 

B.  Latar  Belakang Masalah dan Rumusan Masalah

1.   Latar Belakang Masalah

Dalam    latar    belakang    masalah    hendaknya   uraikan    hal-hal    yang    melandasi permasalahan terjadi. Hal ini bisa dari dari pengalaman sendiri, pengalaman teman dan dari hasil penelitian orang lain, namun yang paling baik adalah dari pengalaman sendiri. Contoh terjadinya permasalahan di atas adalah sebagai berikut

-     Rendahnya respon siswa terhadap penjelasan guru pada waktu kegiatan belajar di kelas

 

-     Rendahnya inisiatif saat mengemukakan pendapat atau menanggapi pendapat pada waktu kegiatan belajar berlangsung

-     Rendahnya pemahaman mengapresiasi puisi

-     Hilangnya antusias atau kegembiraan selama proses pembelajaran berlangsung

-     Rendahnya guru terhadap penguasaan dalam pengelolaan pembelajaran

-     Rendahnya guru dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran

 

 

2.         Rumusan Masalah

Rumuskan permasalahan dalam bentuk kalimat tanya atau pernyataan dari latar belakang masalah. Permasalahan yang diangkat dalam PTK hendaknya masalah yang betul-betul terjadi dalam keseharian proses pembelajaran:

Contoh:  Apakah  proses  pembelajaran  mengapresiasi  puisi  melalui  pendekatan kontekstual di kelas IX-2 akan meningkatkan kemampuan hasil belajar siswa ?

 

 

C.  Cara Pemecahan Masalah

Dalam bagian ini dijelaskan cara pemecahan masalah yang diajukan sebagai alternatif pemecahan masalah yang dihadapi. Alternatif pemecahan / tindakan ini hendaknya memiliki landasan konseptual yang mantap dan bertolak dari hasil analisis masalah. Disamping  itu  juga alternatif  tindakan  hendaknya  yang  dapat menjanjikan  hasil atau manfaat bagi pemecahan masalah dan dapat dilakukan oleh guru.

Contoh:

Dalam upaya memecahkan permasalahan tentang rendahnya kemampuan mengapresiasi puisi dalam pelajaran bahasa dan sastra Indonesia akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan tujuh komponen yaitu: konstruktivisme, menemukan, bertanya, masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, penilaian yang sebenarnya serta memvariasikan metode dan media pembelajaran

 

 

D.  Hipotesa Tindakan

Jelaskan dugaan yang mungkin terjadi bila tindakan di atas diberikan. Contoh:

Proses pembelajaran mengapresiasi puisi bila dilakukan dengan pendekatan kontekstual dengan model pembelajaran  team teaching diduga akan meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, karena pendekatan kontekstual mendahulukan prinsip belajar siswa aktif dan model team teaching akan dapat lebih melayani kebutuhan siswa dalam pembelajaran

 

 

E.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.   Tujuan Penelitian

Tuliskan yang menjadi tujuan utama kenapa penelitian ini dilakukan. Contoh:

 

a.   Untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran

b.   Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

c.   Untuk meningkatkan makna suatu proses pembelajaran

d.   Untuk meningkatkan keterampilan guru dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran

e.   Untuk meningkatkan keberanian siswa bertanya, menjawab, mengemukakan ide, atau pendapat

 

 

2.   Manfaat Penelitian

Tuliskan semua manfaat yang mungkin dapat dirasakan / dialami oleh berbagai pihak

Contoh: Bagi Siswa

a.   Dapat meningkatkan makna bekerjasama

b.   Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar

c.   Dapat meningkatkan makna pembelajaran bagi siswa.

 

 

Bagi Guru

a.   Dapat meningkatkan makna bekerjasama

b.   Dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa

c.   Dapat meningkatkan minat untuk melakukan penelitian d.   Dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran

e.   Dapat meningkatkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran

f.    Dapat meningkatkan ketepatan penggunaan metode dalam proses pembelajaran

 

 

Bagi Guru Lain

a.   Dapat meningkatkan makna bekerjasama

b.   Dapat meningkatkan pemahaman tentang penelitian

 

 

F.  Kerangka Teori

Pada bagian ini diuraikan landasan substantif dalam arti teoritik yang dipergunakan dalam menentukan alternatif tindakan yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran. Untuk keperluan itu diperlukan kajian terhadap pengalaman peneliti sendiri, pengalaman teman se bidang studi, hasil penelitian–penelitian  terdahulu baik penelitian  oleh peneliti itu sendiri           maupun        penelitian    yang        dilakukan              orang       lain.Dalam  kaitannya               dengan permasalahan dalam contoh di atas dikemukakan pengertian pendekatan kontekstual dan metode pembelajaran team teaching. Demikian pula ciri-ciri serta prinsip-prinsip, kelemahan dan kelebihan-kelebihannya

 

 

G.  Rencana Penelitian

 

1.   Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian

Pada   bagian    ini    disebutkan   dimana    penelitian    dilakukan,   kapan    dilakukan, berkolaborasi dengan siapa serta jelaskan karakteristik subjek penelitiannya seperti jumlah  siswa,  komposisi  siswa  pria  dan  wanita,  tingkat  kemampuan  dan  latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan.

 

 

Contoh:

Sesuai    latar   belakang    masalah    dan   penelitian    tindakan   kelas    dengan   judul Upaya              meningkatkan    kemampuan    siswa    dalam    mengapresiasi    puisi    melalui Pendekatan  kontekstual  di  kelas  IX-2   SMP  Negeri  12  Bekasi  semester  II  tahun pelajaran 2006. Penelitian dilakukan secara kolaboratif antara 2 orang guru, yaitu guru bahasa Indonesia dengan guru Biologi. Jumlah siswa di kelas IX-2 terdiri atas 21 siswa laki-laki dan 25 siswa perempuan.  Karakteristik di kelas tersebut memiliki karakteristik yang sama seperti kelas-kelas yang lainnya, artinya tingkat kemampuan atau prestasi belajar cenderung sama dengan kelas lainnya demikian juga keadaan sosial ekonominya

 

 

2.   Faktor- faktor yang diteliti

Pada bagian ini ditentukan variabel atau faktor-faktor yang menjadi titik incar untuk menjawab permasalahan yang diangkat dalam penelitian. Minimal meliputi 2 faktor yaitu faktor siswa dan guru

Jelaskan pula aspek-aspek keterampilan yang akan diamati adalah sebagai berikut: Contoh:

Dalam penelitian ini faktor-faktor yang akan diamati adalah sebagai berikut:

a.   Faktor Siswa

1). Respon siswa terhadap pembelajaran meliputi aspek-aspek:

-     Interaksi antar siswa

-     Interaksi antar siswa dengan guru

-     Keaktifan siswa dalam pembelajaran

2). Daya serap siswa berupa kemampuan mengapresiasi puisi dalam pembelajaran

 

 

b.   Faktor Guru

1). Keterampilan  Guru  dalam  penggunaan  pendekatan  kontekstual  meliputi aspek-aspek:

●    Keterampilan Guru pada tahap pendahuluan:

-     Memberi perhatian kepada siswa

-     Mengkondisikan kelas

-     Menarik perhatian siswa

-     Pelaksanaan apersepsi

 

●    Keterampilan guru pada tahap kegiatan inti, meliputi:

-           Tahap mengkontruksi

-           Tahap menemukan

-           Tahap bertanya

●    Keterampilan Guru pada tahap penutup

-     Pelaksanaan post test pembelajaran

-     Menciptakan suasana untuk siswa bertanya-jawab

-     Membuat kesepakatan untuk pembelajaran berikutnya

 

 

3.   Rencana Tindakan

a. Tahap Perencanaan Tindakan

Sebutkan semua yang menjadi perencanaan dalam kegiatan penelitian seperti:

1.   Menentukan kelas subjek penelitian

2.   Menyiapkan  rencana  pembelajaran,  meliputi  konsep,  alokasi waktu,  metode pendekatan. Media pembelajaran, skenario pembelajaran, alat evaluasi, lembar siswa

3.   Menetapkan fokus observasi dan aspek-aspek yang diamati

4.   Menetapkan jenis data dan cara pengumpulannya

5.   Menentukan pelaku observasi, alat bantu observasi, pedoman observasi dan cara pelaksanaan observasi

6.   Menetapkan cara pelaksanaan refleksi dan pelaku refleksi

7.   Menetapkan kriteria keberhasilan dalam upaya pemecahan masalah

 

 

b.   Tahap Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap ini deskripsikan tindakan yang akan dilakukan, meliputi pelaksanaan rencana tindakan yang telah disiapkan, termasuk di dalamnya langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran. Deskripsikan pula yang mungkin akan dilakukan sehubungan dengan pelaksanaan pembelajaran sebagai bentuk nyata pelaksanaan tindakan dalam penelitian.

Contoh:

Pelaksanaan  tindakan  dalam  penelitian  ini  akan  dilakukan  melalui  pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan perencanaan tindakan.

Pelaksanaan tindakan direncanakan terbagi beberapa siklus penelitian.setiap siklus pelaksanaan pembelajaran terbagi menjadi 3 tahap pembelajaran.

 

 

Siklus Pertama

Pelaksanaan    pembelajaran     menggunakan    pendekatan    kontekstual,    metode, demonstrasi,  media  charta,  tahapan  –tahapan  skenario  pembelajarannya.  Secara lebih rinci skenario pembelajaran dijelaskan pada rencana pembelajaran

 

 

Siklus ke dua

Pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus kedua ini akan dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada siklus pertama dan rencana tindakan yang telah disusun untuk siklus kedua akan dilakukan sebanyak 1 kali tatap muka pembelajaran

 

 

Siklus ketiga

Pelaksanaan proses pembelajaran siklus ketiga dilakukan 1 kali tatap muka. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan kontekstual menitikberatkan pada komponen pemodelan dan inquiri

 

 

c.   Tahap Observasi dan Evaluasi

Pada tahap ini deskripsikan tentang pelaksanaan observasi, meliputi siapa yang melakukan observasi, cara pelaksanaan observasi, alat bantu observasi dan data yang hendak dikumpulkannya, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan observasi seperti yang telah disiapkan pada saat membuat perencanaan tindakan sebelumnya. Demikian pula dengan evaluasi, misalnya kapan evaluasi dilakukan, jenis evaluasi, cara pelaksanaan evaluasi

Contoh:

Dalam penelitian ini pelaksanaan observasi akan dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pembelajaran. Observasi dilakukan oleh observer dalam hal ini adalah pelaku tindakan itu sendiri dan anggota tim penelitian yang lain. Observasi dilakukan dalam upaya pengumpulan data. Data yang akan dikumpulkan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif akan dikumpulkan melalui observasi, sedangkan data kuantitatif melalui pelaksanaan evaluasi. Alat bantu observasi yang akan digunakan adalah lembar observasi, bagan sosiogram dan alat evaluasi( soal- soal bentuk PG dan uraian ) Evaluasi akan dilakukan dalam upaya pengumpulan data kuantitatif, akan dilakukan pada akhir pembelajaran untuk setiap siklusnya dan dilakukan secara tertulis.

 

 

d.   Tahap Analisis dan Refleksi

Pada tahap ini deskripsikan prosedur analisis data yang dilakukan, misalnya semua data yang terkumpul di olah melalui tahapan:

-     Reduksi data,jika terdapat data yang tidak diperlukan

-     Penyederhanaan data

-     Tabulasi data

-     Penyimpulan data

 

Selanjutnya hasil analisis data akan digunakan sebagai bahan refleksi dilakukan, kapan,siapa saja yang terlibat dalam kegiatan refleksi, serta jelaskan mengapa refleksi dilakukan

 

 

4.   Data dan Cara Pengumpulan Data

Pada  bagian  ini  deskripsikan  jenis  data  yang  akan  dikumpulkan  yang  berkenaan dengan proses pelaksanaan pembelajaran (tindakan dalam penelitian) juga yang berkenaan dengan dampak dari tindakan.

Contoh:

-  Data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua jenis data, yaitu data kualitatif dan data kuantitatif

-  Cara pengumpulan data kualitatif tentang interaksi antar siswa dan atau dengan guru dalam pembelajaran akan dikumpulkan melalui pelaksanaan observasi dengan alat bantu bagan sosiogram, sedangkan keaktifan siswa dalam pembelajaran akan dikumpulkan melalui pelaksanaan observasi dengan alat bantu lembar observasi terstuktur.

-  Adapun data kuantitatif yang akan merekam tentang daya serap siswa terhadap pembelajaran  akan  dikumpulkan  melalui  pelaksanaan  evaluasi  secara  tertulis dengan alat bantu adalah alat evaluasi ( soal-soal) bentuk pilihan ganda dan uraian.

 

 

5.   Indikator Kinerja ( Kriteria Keberhasilan)

Pada bagian ini deskripsikan tolok ukur keberhasilan yang ditargetkan sesuai tujuan yang diharapkan.

-  Tolok ukur tidak harus sama antara penelitian yang satu dengan penelitian yang lain

-  Untuk  menetapkan  tolok  ukur  sesuaikan  dengan  kondisi  kelas  atau  subjek penelitian

 

 

Contoh kriteria keberhasilan:

 

 

Kriteria   tingkat   keberhasilan   siswa   sesuai   dengan   tujuan   akhir   penelitian   ini   yaitu dikelompokkan ke dalam 5 kategori dengan kriteria sebagai berikut :

 

 

≥ 80 %

=

sangat tinggi

60 – 79 %

=

tinggi

40 – 59 %

=

sedang

20 – 39 %

=

rendah

< 20 %

=

sangat rendah

 

a.  Tingkat keberhasilan belajar siswa dalam prosentase (%),

b.   Tingkat  keaktifan  siswa  rata-rata  selama  proses  pembelajaran  dalam prosentase

(%),

≥ 80 %

=

sangat baik

60 – 79 %

=

baik

40 – 59 %

=

cukup

20 – 39 %

=

kurang

< 20 %

=

sangat kurang

 

c.   Tingkat keaktifan guru rata-rata selama proses pembelajaran dalam prosentase (%),

≥ 80 %

=

sangat baik

(5)

60 – 79 %

=

baik

(4)

40 – 59 %

=

cukup

(3)

20 – 39 %

=

kurang

(2)

< 20 %

=

sangat kurang

(1)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tim Peneliti dan Tugasnya

 

 

TIM PENELITI DAN TUGASNYA

 

No.

 

N a m a

Kedudukan

Dalam  PTK

 

Tugas/Peran Dalam  Penelitian

1.

Hj. Lina Tri Suhesti, S.Pd.

Ketua

Bersama-sama anggota menyusun:

 

 

 

a). Proposal Penelitian

 

 

 

b). Semua  Persiapan Tindakan :

 

 

 

- pelaku  tindakan

 

 

 

- pelaku  observasi

 

 

 

- pelaku  refleksi

 

 

 

- penyusun perencanaan

 

 

 

tindakan ulang

 

 

 

 

2.

Prihardatin Anggarinah, S.Pd

Anggota 1

Bersama-sama ketua & anggota 2

 

(Guru SMP Negeri  12 Bekasi)

 

menyusun :

 

 

 

a). Proposal Penelitian

 

 

 

b). Semua  Persiapan Tindakan :

 

 

 

- pelaku  tindakan

 

 

 

- pelaku  observasi

 

 

 

- pelaku  refleksi

 

 

 

- penyusun perencanaan

 

 

 

tindakan ulang

 

 

 

 

3.

Wukirsari Praharani, S.Pd.

Anggota 2

Bersama-sama ketua & anggota 1

 

(Guru SMP Negeri  12 Bekasi)

 

menyusun :

 

 

 

a). Proposal Penelitian

 

 

 

b). Semua  Persiapan Tindakan :

 

 

 

- pelaku  tindakan

 

 

 

- pelaku  observasi

 

 

 

- pelaku  refleksi

 

 

 

- penyusun perencanaan

 

 

 

tindakan ulang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Langkah Dan Jadwal Kegiatan

 

Langkah-langkah yang akan dilakukan sebagai berikut,

 

 

Siklus 1 :

 

1.   Tahap Persiapan :

a.   Mengadakan studi eksplorasi untuk mengidentifikasi masalah;

b.   Menganalisa masalah dan merumuskan masalah.

 

 

2.   Tahap Pelaksanaan :

a.   Pemberian tindakan, melalui pelaksanaan proses pembelajaran;

b.   Pelaksanaan observasi terhadap pelaksanaan proses pembelajaran.

 

 

3.   Tahap Refleksi :

a.   Menganalisis hasil observasi dan hasil belajar;

b.   Pelaksanaan diskusi untuk perencanaan tindakan pada siklus berikutnya. Siklus 2 :

1.   Tahap Terapi Ulang :

a.   Penyusunan rencana tindakan perbaikan berdasarkan hasil analisis dan refleksi siklus 1

b. Pelaksanaan tindakan perbaikan melalui PBM

c. Pelaksanaan observasi

d. Pelaksanaan analisis hasil belajar dan hasil observasi

 

 

2.   Tahap Penyelesaian

a.   Penyusunan draft laporan b.   Pelaksanaan seminar lokal c.   Perbaikan draft laporan

d.   Perbaikan laporan akhir

 

Jadwal Kegiatan Penelitian

 

Kegiatan penelitian akan dilaksanakan dengan langkah dan dalam rentang waktu 8 minggu.

 

 

 

 

 

 

 

No

 

 

Kegiatan

Tahun 2006

Februari

Maret

3

4

5

1

2

3

4

5

1.

TAHAP PERSIAPAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Studi Eksplorasi

Selasa

14/2

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Identifikasi & Rumusan Masalah

Rabu

15/2

 

 

 

 

 

 

 

 

c. Instrumen Penelitian

 

Selasa

21/3

 

 

 

 

 

 

2.

SIKLUS I

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Perencanaan

 

Jumat

24/2

 

 

 

 

 

 

 

b. Tindakan & Observasi

 

 

Selasa

28/2

 

 

 

 

 

 

c. Analisis dan Refleksi

 

 

 

Rabu

1/3

 

 

 

 

 

3.

 

SIKLUS II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Perencanaan

 

 

 

Jumat

3/3

 

 

 

 

 

b. Tindakan & Observasi TM1

 

 

 

 

Selasa

7/3

 

 

 

 

c. Tindakan & Observasi TM2

 

 

 

 

 

Selasa

14/3

 

 

 

d. Analisis dan Refleksi

 

 

 

 

 

Jumat

17/3

 

 

4.

TAHAP PENYELESAIAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

a. Penyusunan Draft Laporan

 

 

 

 

 

 

Selasa

21/3

 

 

 

b. Seminar Lokal

 

 

 

 

 

 

Jumat

24/3

 

 

 

c. Perbaikan Draft Laporan

 

 

 

 

 

 

 

Selasa

28/3

 

 

d. Laporan Akhir

 

 

 

 

 

 

 

Jumat

31/3

 

Rencana Anggaran

 

 

No

 

Jenis  Pengeluaran

 

Rincian Pengeluaran

 

Jumlah (Rp)

1.

Upah Pelaksana

(Orang  x Jam x Rp)

 

 

 

a. Ketua

1 x 80 x 5.000

400.000

 

 

b. Wakil Ketua

1 x 70 x 5.000

350.000

 

 

c. Anggota

1 x 60 x 5.000

300.000

 

 

d. Penanggung Jawab

1 x 250.000

250.000

 

 

e. Tenaga Administrasi

1 x 100.000

100.000

 

 

 

 

 

1.400.000

2.

Peralatan

(Jumlah x Set x Rp)

 

 

 

a. Alat Observasi

1 x 2 x 50.000

100.000

 

 

b. Media

1 x 3 x 15.000

45.000

 

 

c. Sewa Komputer (Rental)

1 x 100.000

100.000

 

 

 

 

 

245.000

3.

Biaya Pembuatan Instrumen

(Paket  x Rp)

 

 

 

a. Kaset

1 x 20.000

20.000

 

 

b. Rencana Pembelajaran

3 x 10.000

30.000

 

 

c. Pedoman Observasi

3 x 10.000

30.000

 

 

 

 

 

80.000

4.

Biaya pengumpulan dan

(Orang  x Jam x Rp)

 

 

 

pengolahan data

3 x 30 x 5.000

450.000

 

 

 

 

 

450.000

5.

Penulisan Laporan

(Jumlah x Rp)

 

 

 

 

1 x 3 x 50.000

150.000

 

 

Penggandaan Laporan

3 x 25.000

75.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

225.000

6.

Biaya Seminar Lokal

(Orang  x Rp)

 

 

 

a. Transportasi lokal personalia

3 x 25.000

75.000

 

 

b. Konsumsi

3 x 10.000

30.000

 

 

c. Narasumber

1 x 100.000

100.000

 

 

 

 

 

205.000

7.

Lain-lain

(Satuan x Rp)

 

 

 

a. 2 rim HVS 80 A4

2 x 30.000

60.000

 

 

b. 3 balpoin

3 x 15.000

45.000

 

 

c. 2 spidol  whiteboard

2 x 10.000

20.000

 

 

 

 

 

125.000

8.

Transport

(Orang  x Rp)

 

 

 

a. Studi Awal

3 x 15.000

45.000

 

 

b. Konsumsi Studi Awal

3 x 10.000

30.000

 

 

 

 

 

75.000

 

JUMLAH ANGGARAN

 

 

2.805.000

 

(Dua Juta Delapan Ratus Lima Ribu Rupiah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Add comment


Go to top