Jasa Pembuatan Web Malang

Karakteristik Kompetensi Guru

Karakteristik Kompetensi Guru

Seorang guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam bidang keguruan atau dengan kata lain ia telah terdidik dan terlatih dengan baik. Terdidik dan terlatih bukan hanya memperoleh pendidikan formal saja akan tetapi juga harus menguasai berbagai strategi atau teknik didalam kegiatan belajar mengajar serta menguasai landasan-landasan kependidikan seperti yang tercantum dalam kompetensi guru. 5

Untuk melihat apakah seorang guru dikatakan profesional atau tidak, dapat dilihat dari dua perspektif. Pertama, dilihat dari tingkat pendidikan minimal dari latar pendidikan untuk jenjang sekolah tempat dia menjadi guru. Kedua, penguasaan guru terhadap materi bahan ajar, mengelola kelas, mengelola proses pembelajaran, pengelolaan siswa, dan melakukan tugas-tugas bimbingan dan lain-lain. 6

Menurut Gordon sebagaimana yang dikutip oleh E. Mulyasa, bahwa ada enam aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi, yaitu sebagai berikut :

  1. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif, misalnya seorang guru mengetahui cara melakukan identifikasi kebutuhan belajar, dan bagaimana melakukan pembelajaran terhadap peserta didik sesuai dengan kebutuhannya.
  2. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif dfan afektif yang dimiliki oleh individu, misalnya seorang guru yang akan melaksanakan pembelajaran harus memiliki pemahaman yang baik tentang karakteristik dan kondisi peserta didik, agar melaksanakan pembelajaran berjalan secara efektif dan efesien.
  3. Kemampuan (skill), adalah sesuatu yang dimiliki oleh individu untuk melakuakan tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya, misalnya kemampuan guru dalam memilih dan membuat alat peraga sederhana untuk memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik.
  4. Nilai (value), adalah suatu atandar perilaku yang telah diyakini dan secara psikologis telah menyatu dalam diri seseorang, misalnya standar perilaku guru dalam pembelajaran (kejujuran, keterbukaan, demokratis, dan lain-lain)
  5. Sikap (attitude) yaitu perasaan (senang, tak senang, suka-tidak suka) atau reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar, reaksi terhadap krisis ekonomi, perasaan terhadap kenaikan gaji, dan lain-lain.
  6. Minat (interest), adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan, misalnya minat untuk melakukan sesuatu atau untuk mempelajari sesuatu.7

Dari keenam aspek yang terkandung dalam konsep kompetensi diatas, jika ditelaah secara mendalam mencakup tiga bidang kompetensi yang pokok bagi seorang guru, seperti yang dikemukakan oleh Cece Wijaya, yaitu kompetensi pribadi (personal), kompetensi sosial, dan kompetensi profesional, dari ketiga jenis kompetensi tersebut harus sepenuhnya dikuasai oleh guru.

Lebih janjut Cece Wijaya memperinci jenis-jenis kompetensi antara lain :

  1. Kompetensi personal.

Dalam proses belajar mengajar, guru memegang peranan yang sangat penting karena pada gurulah terletak keberhasilan proses belajar mengajar. Untuk itu guru merupakan faktor yang sangat dominan dan menentukan keberhasilan proses belajar mengajar di samping faktor yang lain. Untuk mencapai keberhasilan tersebut, guru harus memiliki kemampuan dasar dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Salah satu kemampuan tersebut adalah kemampuan personal guru itu sendiri.

Adapun kompetensi atau kemampuan personal guru dalam proses belajar mengajar, antara lain:

  1. Kemantapan dan integritas pribadi.
  2. Peka terhadap perubahan dan pembaharuan .
  3. Berpikir alternatif.
  4. Adil, jujur dan objektif.
  5. Berdisiplin dalam melaksanakan tugas.
  6. Ulet dan tekun bekerja.
  7. Berupaya memperoleh hasil kerja yang sebaik-baiknya.
  8. Simpatik dan menarik, luwes, bijaksana dan sederhana dalam bertindak.
  9. Bersifat terbuka.
  10. Kreatif.
  11. Berwibawa.
  12. Kompetensi sosial

Guru merupakan tokoh dan tipe makhluk yang diberi tugas dan tanggungjawab, membina dan membimbing masyarakat ke arah norma yang berlaku. Untuk itu maka guru perlu memiliki kemampuan sosial dengan masyarakat dalam rangka menyelenggarakan proses belajar mengajar yang efektif. Karena dengan kemampuan sosial yang dimiliki guru tersebut, secara otomatis hubungan sekolah dengan masyarakat akan berjalan beriringan dengan lancar. Sehingga bila ada permasalahan antara sekolah dan masyarakat (orang tua atau wali) tidak merasa kesulitan dalam mencari jalan penyelesaiannya.

Kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh seorang guru antara lain:

  1. Terampil berkomunikasi dengan siswa.
  2. Bersikap simpatik.
  3. Dapat bekerja sama dengan BP-3.
  4. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan mitra pendidikan.
  5. Kompetensi profesional.

Selain kompetensi personal dan sosial tersebut di atas, guru juga dituntut memilikiki kompetensi profesional. Profesionalisme merupakan modal dasar bagi seorang guru yang harus dimiliki dan tertanam dalam perilaku kepribadiannya setiap hari baik didalam lingkungan sekolah maupun masyarakat.8

Sementara itu Proyek Pembinaan Guru (P3G), ada 10 kompetensi yang harus dimiliki guru untuk mencapai tujuan pendidikan. Kompetensi tersebut adalah:

  1.                                       a.     Menguasai bahan.
  2.                                       b.     Mengelola program belajar mengajar.
  3.                                       c.     Mengelola kelas.
  4.                                       d.    Menggunakan media atau sumber belajar.
  5.                                       e.     Menguasai landasan kependidikan.
  6.                                       f.     Mengelola interaksi belajar mengajar.
  7.                                       g.     Menilai prestasi belajar siswa.
  8.                                       h.     Mengenal fungsi dan layanan BP.
  9.                                        i.      Mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
  10.                                        j.      Memahami dan menafsirkan hasil penelitian.9

Dari uraian mengenai kompetensi guru di atas, maka dapat disimpulkan bahwa untuk menjadi guru yang profesional, ia harus benar-benar memiliki dan menguasai sepuluh kompetensi yaitu : menguasai bahan atau materi pelajaran, mampu mengelola program belajar mengajar, mampu mengelola kelas dengan baik, mampu mengelola dan menggunakan media yang baik, menguasai landasan kependidikan, mampu mengelola interaksi belajar mengajar dengan baik, menilai prestasi belajar siswa, mengenal fungsi layanan BP, mampu menyelenggarakan administrasi sekolah.



5  Usman Uzer, Menjadi Guru Profesional, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 1995), hal. 15.

6 Sudarwan Denim, Inovasi pendidikan, (Dalam Upaya Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kependidikan) (Bandung : Pustaka Setia, 2002), hal. 30.

7 E. Mulyasa, Op. Cit. Hal. 38.

8 Cece Wijaya, Tabrani Rusyan, Kemampuan dasar guru Dalam PBM, (Bandung : Remaja Rosdakarya, 1994) hal. 13-23.

9 Sardiman AM, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta : Raja Grafindo Persada, 2005), hal. 163-179.

Add comment


Go to top