Soal-soal

soal bahasa indonesia 3

Saat mikrolet yang kutumpangi berhenti di seberang jalan depan rumahku, senja yang gelap sudah berganti malam dan hujan belum berhenti juga. Aku terpaksa berlari dan berteduh di halte untuk sementara. Beberapa pengendara sepeda motor sudah banyak memenuhi halte. Jaket dan pakaian mereka basah kuyup. Seorang bapak tua sedang melindungi isi gerobak barang-barang rongsokannya dengan plastik.

 

Latar kutipan cerpen tersebut adalah ....

  1. senja di rumah                                                                                     C. sore di pinggir jalan
  2. malam di halte                                                                                      D. senja di jalanan

 

21.  Perhatikan kedua kutipan novel berikut!

 

Novel 1

Novel 2

Wanita inilah yang kucari di kota kecil ini. Kugenggam buku alamatku yang tadi hampir hilang di kereta. Aku merasa bodoh dan aneh juga sebab bisa begitu ceroboh. Padahal hampir setahun aku menelusur untuk catatan tentang tempat tinggalnya di desa Lebuh di kaki Gunung Watungkara.

Dalam perjalanan pulangnya, Saijah tiba-tiba teringat kepada Demang Wirakusuma. Hatinya tiba-tiba merasa curiga, jangan-jangan Demang Wira kusuma semakin berbuat sewenang-wenang. Tidak mustahil desa Badur semakin rusak, penghuninya semakin menderita dan tersiksa.

 

Perbedaan karakteristik kedua kutipan novel tersebut adalah ….

 

Novel 1

Novel 2

A

Watak tokoh digambarkan langsung.

Watak tokoh diketahui dari reaksi tokoh tersebut.

B

Pengarang terlibat langsung dalam cerita.

Pengarang memposisikan dirinya berada di luar cerita.

C

Alur cerita dibangun secara berurutan.

Alur cerita dibangun secara bolak-balik.

D

Latar cerita dikemukakan  jelas secara tersurat.

Latar cerita dikemukakan secara tersirat.

 

22.       Perhatikan kutipan novel berikut!

 

“Ayo dong, Sari, kasih lihat dong Kalung Ajaibnya! Jangan pelit dong sama temen!” kata Dewi.

“Iya dong, Sari, kasih lihat dooong! Ita ingin lihat Kalung    Ajaibnya sebentar aja deh! Enggak gue minta deh!” pinta Ita

“ Kalungku hilang!“ teriak Sari (Sari bangkit dan mencari Kalung Ajaib di sekeliling taman ketiga teman Sari  terus saja membuntutinya)

“Sari jangan pura-pura begitu dong!” teriak Nani kembali.

.

Konflik pada kutipan novel tersebut adalah …

  1. Sari mengizinkan temannya melihat kalung ajaib.
  2. Sari memperlihatkan kalung ajaib pada temannya.
  3. Sari kehilangan kalung ajaib yang dimilikinya.
  4. Ita melarang temannya melihat kalung ajaib.

 

23.       Perhatikan kutipan novel berikut!

 

Dino tak sempat lagi mengerem sepedanya dan menabrak sepeda di depannya. Alma si pemilik sepeda yang ditabrak Dino terjatuh. Dino mencoba menolong dengan menarik sepeda Alma. “Apa  perlu ke rumah sakit?” kata Dino pada Alma. Sambil melotot, Alma menjawab, “Tidak perlu!”

 

Watak Dino pada kutipan novel tersebut adalah …

  1. pemalu
  2. sombong
  3. bertanggung jawab
  4. keras kepala

 

24.       Perhatikan kutipan naskah drama berikut!

(Hujan   seperti ditumpahkan dari langit. Di luar keadaan gelap, padahal baru pukul 15.15. Azan asar berkumandang dari musola suaranya berbaur dengan deru angin).

 

Bu Lita          : (mondar-mandir) Ke mana tuh anak gini hari belum pulang.

Pak Hendro  : Tenang , Bu. Nanti juga pulang (mengganti-ganti canel TV)

Bu Lita          : Tenang gimana toh, Pak. Wong anak belum pulang kok tenang.

Fauzi            : Ya, Bu. Ntar juga pulang. Mungkin di rumah Dwi.

Bu Lita          : (berbalik ke Fauzi ) Kamu juga, bukannya temenin malah suruh berangkat sendiri.

 

Latar yang terdapat pada kutipan drama tersebut adalah ….

  1. malam hari, di ruang makan                                                         C. sore hari, di ruang keluarga
  2. pagi hari, di ruang tamu                                                                                D. pagi hari, di ruang makan

 

25.       Perhatikan kutipan drama berikut!

(Rumah Pak RT dikerumuni warga. Terdengar dari dalam suara orang membentak-bentak. Kemudian disusul suara memelas memohon ampunan. Setelah itu suara seorang ibu menangis meraung-raung).

 

Pak RT      :  Gini aja, Zal. Kamu jangan berbelit-belit kamu ngaku aja terus terang.

Afrizal        :  Ngaku apa, Pak RT. Saya tidak ngambil kok!

Bu Riri       :  Kamu jangan bohong, ya!  (menunjuk muka Afrizal)

Bu Desi     :  Sudah, Bu Riri. Maafkan anak saya. Nanti saya ganti sepuluh kali lipat.

(terisak-isak)

Afrizal        :  Apa, sih Ma! Emangnya saya yang ngambil

Bu Riri       :  Terus kamu mengendap-ngendap di kandang ayam saya ngapain?

Afrizal           : Eee…….. (nampak gugup)

 

Suasana yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah ….

  1. Menyedihkan                   B. Menegangkan                 C. menakutkan                     D. Memalukan

 

26.       Perhatikan ilustrasi berikut!

 

Pada final kejuaraan futsal antarpelajar SMP se-Kecamatan Cilincing, Wahid membuat sejarah baru. Bagaimana tidak, dalam kedudukan 2-2 dan waktu tinggal 30 detik lagi dia dapat menjebol gawang lawan dengan tendangan salto.  Gol pun tercipta. Bukan main senangnya Wahid. Dia diarak keliling lapangan.

 

Catatan pengalaman pada buku harian yang tepat sesuai ilustrasi tersebut adalah …

  1. Tendangan ala Pele diperagakan dengan sempurna. Dia melakukannya di saat yang tepat. Timnya yang dalam keadaan lesu menjadi bersemangat kembali dengan gol yang dibuatnya. Tim merasa berterima kasih kepada Wahid. Dia disanjung-sanjung, dielu-elukan dalam setiap kesempatan. Minggu itu seperti milik Wahid. Kedudukan 3-2 jelas membuat hati Wahid senang. Wahid yang selama ini selalu duduk di bangku cadangan kini masuk menjadi pemain inti.

 

  1. Kami tak mengira, Wahid bisa menyamakan kedudukan. Kami tadinya sudah putus asa. Berbagai strategi sudah kami lakukan tetapi hasilnya nihil. Serangan kami selalu kandas di bagian pertahanan musuh. Entah kesurupan apa, tiba-tiba Wahid menyeruak ke daerah pertahanan lawan dari sayap kiri. Dia berikan bola ke sayap kanan dan dia pun lari ke kotak finalti.  Dari sayap kanan tiba-tiba bola melayang di atasnya,  dia berusaha menyundulnya tetapi gagal. Bola itu lewat begitu saja. Baru saja dia akan kembali ke posisi semula bola sudah di atas kepalanya, langsung saja disalto.

 

  1. Fantastis...., final futsal kali ini berjalan seru. Aku bermain mati-matian. Waktu tinggal 30 detik lagi. Skor imbang dan jika dilanjutkan dengan perpanjangan waktu jelas tidak menguntungkan. Aku berlari ke depan gawang lawan. Tiba-tiba bola melayang melawati punggungku. Aku cepat membalikkan posisi membelakangi gawang. Aku spekulasi salto sambil menendang. Wow…, bola itu ketendang dan mengarah ke gawang musuh. Aku jatuh. Aku dikerumuni temanku, rupanya tendanganku masuk ke gawang musuh. Aku diangkat ramai-ramai diarak keliling lapangan. Aku senang, peristiwa itu akan menjadi kenangan hidupku.

 

  1. Aku sebagai kapten tim berusaha mempertahankan pola permainan. Kemenangan kali ini sangat penting. Inilah waktu yang tepat untuk memboyong piala futsal. Aku mulai berpikir siapa lagi yang harus kuturunkan. Permainan dia memang kurang bagus tetapi tenaga badak. Selain itu dia juga punya tendangan salto yang akurat. Barangkali saja ini akan menambah kekuatan tim. Betul saja baru saja 3 menit dia masuk. Dia sudah membuat pertahanan musuh kocar-kacir. Puncaknya terjadi ketika dia mensalto bola yang ada di depannya. Bola melesat ke arah gawang musuh kipper pun dibuat tak berdaya.

Add comment


Go to top