Website

Website

Tips Optimasi untuk Meningkatkan Kecepatan Loading Website atau Blog Anda


Di samping estetika desain suatu website, kecepatan tampilnya website juga menjadi salah satu faktor yang harus anda perhatikan. Sebab faktor ini menjadi penentu betah tidaknya seorang user ’bermain’ di website anda. Berikut 8 poin optimasi ON PAGE yang bisa membantu meningkatkan page response dari website anda:

1. Minimalkan Loading Konten Jika Memungkinkan
Contohnya website galeri. File gambar biasanya identik dengan resolusi yang besar dan berat loadingnya. Hal ini bisa memperlambat halaman website. Untuk mengoptimasinya, ketika seorang visitor mengunjungi halaman website anda, tampilkan saja  thumbnail dari gambar. Ketika user mengklik thumbnail tersebut, dengan teknik AJAX, kita bisa menampilkan ukuran asli dari gambar tersebut. Teknik development ini disebut juga dengan lazy loading.

2. Pergunakan File External untuk CSS & JavaScript
Daripada melakukan code bloat (memasukkan CSS/JavaScript pada satu halaman HTML), lebih baik buatkan file sendiri untuk CSS/JavaScript anda. Sebab, code bloat bisa menambah waktu render suatu halaman HTML. Namun dengan membuat file CSS/JavaScript tersendiri, kerja browser dalam merender halaman jadi lebih ringan, karena browser sudah mengetahui bahwa semua style yang tercantum pada file CSS tersendiri itulah yang akan diaplikasikan pada seluruh website.

3. Pergunakan Sistem Cache
CMS yang populer seperti WordPress memiliki plugin cache, contohnya: WP-SuperCache, yang bisa mengubah halaman dinamis menjadi file HTML statis untuk mengurangi penggunaan resource server. Jika anda menggunakan WordPress, anda bisa mencoba plugin ini.

4. Hindari Image Resize di HTML
Jika sebuah gambar aslinya berdimensi 1280x900px, namun anda membutuhkan 400x280px, lebih baik anda resize dulu gambar itu dengan image editor, Photoshop misalnya. Daripada menggunakan fungsi width dan height dari HTML (contoh: img width=”400″ height=”280″ src=”myimage.jpg”). Sebab dengan atribut HTML itu, sebuah gambar yang besar, ukuran filenya tetap besar meskipun seolah-olah sudah di-resize. Dan sesuai dengan ukuran filenya yang tetap besar, waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan gambar tersebut pun juga akan sama lamanya.

5. Jangan Menggunakan Gambar untuk Menampilkan Teks
Bukan hanya karena teks yang tercantum pada gambar tidak akan bisa dibaca oleh mesin pencari, juga semakin banyak gambar artinya semakin berat tampilnya halaman website anda.

6. Optimasi Ukuran Gambar dengan Menggunakan Format File yang Tepat
Dengan format file yang tepat untuk gambar anda, anda bisa mengoptimasi ukurannya tanpa harus menurunkan kualitas gambar. Contohnya, gunakan format JPG untuk gambar fotografi, dan format PNG untuk grafik, diagram, dsb, dengan efek transparan untuk menghemat size gambar.

7. Optimasi Cara Anda Menulis Kode
Cek di sekitar source code anda. Apakah anda benar-benar membutuhkan semua tags yang anda tulis di sana atau bisakah anda menggunakan CSS untuk menggantikan tags-tags tersebut? Contohnya saja, daripada menggunakan tags <h1><em>Heading Website</em></h1>, anda bisa menggunakan CSS font style property untuk membuat style heading website jadi italic. Menulis kode secara efektif tidak hanya mengurangi ukuran file HTML anda, namun juga membuatnya jadi lebih mudah dikembangkan.

8. Letakkan JavaScript di Akhir Dokumen HTML Anda
Dengan meletakkan Javascript di baris akhir website anda, anda membuat browser seorang pengunjung bisa merender halaman website anda dengan lebih cepat. Sebab cara kerja JavaScript sendiri adalah memblok semua kode di bawahnya jika JavaScript belum selesai dirender. Maka, letakkan JavaScript tepat sebelum tag closing dari </body> pada dokumen HTML anda jika memungkinkan.

Selain 8 tips yang bisa anda kembangkan dari sisi website, berikut ada tips yang bisa anda implementasikan pada sisi server:

9. Server yang Pas sesuai Target Market Anda
Jika website anda kontennya berbahasa inggris dan ditujukan untuk market internasional, maka lebih tepat jika anda menggunakan server US untuk hosting anda. Sebab jalur internasionalnya lebar, sehingga transmisi datanya bisa lebih lancar daripada server ID yg jalur internasionalnya ‘mahal’. Selain mempengaruhi kecepatan akses, beberapa servis yang ikut terpengaruh dengan pemilihan server ini di antaranya: Robot dari Search Engine Google.com, Akses Opera Mini dan Black Berry yang melakukan kompresi dulu di server mereka, dan aktivitas email ke Yahoo atau Gmail yang menggunakan jalur internasional.