Umum

Umum

Setiap Orang Memerlukan Visi Hidup Yang Jelas


Tidak bisa dibayangkan jika seseorang tidak memiliki visi hidup yang jelas. Visi adalah gambaran kehidupan masa depan yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang. Orang yang tidak memiliki visi hidup,  adalah  bagaikan seseorang yang bepergian tanpa arah dan tujuan.  Ia  berjalan hanya mengikuti kemauan kaki, tanpa  tujuan, target, dan juga arah.  

  Islam memberikan gambaran  tentang kehidupan di masa depan yang jelas. Kehidupan di masa depan yang seharusnya diraih itu,  digambarkan sebagai kehidupan yang selamat, bahagia dan indah,  yang tercukupi semua kebutuhannya. Kebahagiaan itu tanpa terbatas dan juga tanpa  mengenal henti, ialah  disebut sorga  atau jannah. Itulah  visi atau gambaran kehidupan masa depan, jangka panjang di akherat kelak, yang akan diraih oleh  siapa saja yang menghendakinya.    Sedangkan kehidupan jangka pendek di dunia ini,  digambarkan  sebagai   qoryah thoyyibah, baldatun thoyyibatun wa robbun ghofuur. Kehidupan yang digambarkan seperti itu, maka orang-orangnya beriman, beramal shaleh, dan berakhlak mulia. Di antara mereka saling mengenal, memahami, menghargai, dan saling mengasihi  serta  bertolong menolong. Mereka itu memiliki  kedudukan yang sama, tetapi  ada yang terbaik, yaitu  yang paling banyak berjasa, atau memberi manfaat bagi orang lain.   Itulah visi kehidupan sebagai seorang muslim, yaitu gambaran masa depan yang ingin diwujudkan, baik di dunia maupun di akherat,  oleh setiap muslim. Oleh karena itu sebenarnya menjadi muslim, maka  sama halnya menjadi orang yang memiliki visi kehidupan yang jelas, baik pada jangka pendek di dunia ini maupun di akherat kelak. Islam membinging ummatnya untuk memiliki gambaran kehidupan di masa  depan yang jelas,   serta jalan meraihnya.   Tidak bisa dibayangkan bagi seseorang yang dalam hidupnya tidak memiliki visi yang jelas.  Mereka tidak memiliki cita-cita, arah,   dan jalan kehidupan yang jelas. Orang seperti ini  adalah bagaikan  musafir tanpa tujuan yang jelas.  Bisa jadi,  mereka sebenarnya memiliki bekal yang cukup, dan bahkan berlebihan.  Sehari-hari, mereka  bekerja, tetapi  tidak diketahui hasil pekerjaannya  akan digunakan untuk apa. Mereka mengatakan bahwa bekerja  untuk mendapatkan harta sebagai bekal hidupnya,  tetapi apa yang didapatkan itu tidak memberi manfaat dan apalagi membahagiakan baginya.  Seharti-hari, kita  melihat orang yang tampaknya tidak memiliki visi hidup yang jelas itu. Mereka bekerjka hanya untuk mengumpulkan harta. Tenaganya dihabiskan untuk bekerja mendapatkan uang. Hartanya  memang melimpah, tetapi juga tidak tahu akan dimanfaatkan untuk apa. Orang seperti ini  sebenarnya memiliki visi, tetapi tidak terlalu jelas. Visinya hanya  ingin kaya, tetapi tidak mengerti kekayaannya akan digunakan untuk apa. Akibatnya, mereka  hanya  dibikin sibuk dan menderita justru oleh hartanya sendiri.       Orang tua, guru dan apalagi  pemimpin harus memiliki visi hidup yang jelas. Visi sama artinya dengan petunjuk masa depan. Orang yang memiliki visi hidup yang jelas maka selalu akan mendapatkan kebahagiaan. Mereka akan menyenangi  tugas, status dan pekerjaannya sehari-hari. Mereka merasa bahwa apa yang dilakukan akan memberi manfaat, tidak saja pada dirinya tetapi juga bagi orang lain, baik  pada jangka pendek,  maupun  untuk jangka panjang, hingga tidak terbatas, yaitu  kehidupan di akherat kelak.   Bagi orang tua dan juga guru atau dosen,  selain memperjelas visi bagi dirinya sendiri, juga seharusnya menumbuh-kembangkan  visi bagi anak-anak, murid atau mahasiswanya. Maka bisa dibayangkan, jika terdapat seorang tua, guru atau dosen, yang tidak memiliki visi hidup yang jelas, maka  akan  melahirkan anak, murid atau mahasiswa yang tidak  bervisi pula.  Tugas-tugas mereka  sehari-hari hanya dijalani secara rutin, mekanis,  hingga  membosankan, tidak saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi orang lain. Oleh karena itu, maka setiap orang, mestinya  memiliki  visi yang jelas,  dan apalagi  bagi seorang  guru dan dosen.  Wallahu a’lam.     

Penulis : Prof DR. H. Imam Suprayogo

Rektor  Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang